<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>The Private Campus &#187; Strategic Planning</title>
	<atom:link href="http://d.metacamp.us/tag/strategic-planning/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://d.metacamp.us</link>
	<description>E-Agribusiness and Internet Marketing Blog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Aug 2011 10:37:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=270</generator>
		<item>
		<title>Bagaimana Hukum Newton Ketiga Membuat Marketing Plan Berantakan</title>
		<link>http://d.metacamp.us/784/bagaimana-hukum-newton-ketiga-membuat-marketing-plan-berantakan.html</link>
		<comments>http://d.metacamp.us/784/bagaimana-hukum-newton-ketiga-membuat-marketing-plan-berantakan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 May 2009 08:18:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dhan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Communication]]></category>
		<category><![CDATA[Email Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[PR]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media]]></category>
		<category><![CDATA[Strategic Planning]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://d.metacamp.us/?p=784</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://d.metacamp.us/784/bagaimana-hukum-newton-ketiga-membuat-marketing-plan-berantakan.html"><img align="left" hspace="5" width="110" height="110" src="http://d.metacamp.us/wp-content/uploads/newton_law-150x150.jpg" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="hukum newton dan marketing" title="hukum newton dan marketing" /></a>Masih ingat pelajaran SMP tentang Hukum Newton ketiga yang menyatakan bahwa setiap tindakan (action) memiliki reaksi (reaction) berlawanan yang sama besar/kekuatannya. Praktisi direct marketing sudah memanfaatkan kaidah ini selama bertahun-tahun untuk menghasilkan penjualan. Mereka mengirim brosur, katalog, kartu pos, dan email. Kemudian pelanggan/konsumen mengirim uang. Hehe&#8230; harus saya akui ini adalah &#8216;terjemahan bebas&#8217; dari Hukum <a href="http://d.metacamp.us/784/bagaimana-hukum-newton-ketiga-membuat-marketing-plan-berantakan.html#more-784'" class="more-link">more »</a><p><a href="http://d.metacamp.us/784/bagaimana-hukum-newton-ketiga-membuat-marketing-plan-berantakan.html">Bagaimana Hukum Newton Ketiga Membuat Marketing Plan Berantakan</a> is a post from: <a href="http://d.metacamp.us">The Private Campus</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://d.metacamp.us/wp-content/uploads/newton_law-270x300.jpg" class="alignleft size-medium wp-image-785" title="hukum newton dan marketing" alt="hukum newton dan marketing" width="270" height="300" />Masih ingat pelajaran SMP tentang Hukum Newton ketiga yang menyatakan bahwa setiap tindakan (<em>action</em>) memiliki reaksi (<em>reaction</em>) berlawanan yang sama besar/kekuatannya. Praktisi <em>direct marketing</em> sudah memanfaatkan kaidah ini selama bertahun-tahun untuk menghasilkan penjualan. Mereka mengirim brosur, katalog, kartu pos, dan email. Kemudian pelanggan/konsumen mengirim uang. Hehe&#8230; harus saya akui ini adalah &#8216;terjemahan bebas&#8217; dari Hukum Newton 3 versi saya, tapi pasti anda <em>ngerti </em>maksudnya.</p>
<p>Namun ada sisi gelapnya saat anda menggabungkan teori ini dengan <em>marketing</em>.<span id="more-784"></span> Sebagian konsumen bereaksi dengan melakukan pembelian, sebagian lagi justru merasa tidak suka. Dan, semakin keras anda sebagai <em>marketer </em>mencoba, semakin golongan yang terakhir ini melawan (baca: tidak suka). Ada batas tipis antara &#8220;Saya tidak mau lagi menerima email dari perusahaan/orang ini jadi saya <em>unsubscribe/opt out</em> saja dari <em>mailing list</em>&#8221; dan &#8220;Saya capek dengan email seperti ini/yang begini banyaknya. Saya laporkan saja sebagai <em>spam</em>.&#8221;</p>
<h2>Konsumen punya suara dan suara mereka KERAS!</h2>
<p>Memang sejak dulu konsumen &#8216;punya suara&#8217;, tapi sekarang ini suara mereka makin keras karena sudah dilengkapi &#8216;megafon&#8217; (corong suara&#8230; halo&#8230;halo&#8230;) untuk memperkeras &#8216;suara&#8217; mereka. Kalau email anda terlalu banyak dilaporkan sebagai spam, maka email anda akan masuk <em>blacklist </em>dan anda dicap sebagai <em>spammer</em>. Kalau anda terlalu sering mengirimkan katalog, maka suara-suara negatif mulai bermunculan di internet dan mungkin surat pembaca di koran. Ya, konsumen punya suara dan mereka tahu bagaimana menggunakannya.</p>
<p>Namun sebagai <em>marketer </em>anda tidak usah takut, kalau dilakukan secara &#8216;benar&#8217; dan beretika. <em>Marketing campaign </em>yang anda lakukan akan menjangkau lebih banyak calon konsumen yang bereaksi dengan membeli, bukannya melawan. Berikut ini sebagian taktik untuk meyakinkan bahwa anda tidak mem-<em>push </em>konsumen dan calon prospek secara berlebihan:</p>
<ul>
<li>Selalu yakinkan agar calon konsumen menerima email atas kehendak mereka sendiri dengan menyediakan <em>form opt-in</em> dan sediakan cara yang mudah agar mereka dapat keluar/<em>opt out</em> saat mereka menginginkannya.</li>
<li>Tanyakan konsumen dan calon prospek anda bagaimana mereka ingin berkomunikasi dengan anda atau dapat dihubungi oleh anda. Ikuti kemauan mereka.</li>
<li>Tingkatkan strategi pengiriman email anda dengan mempelajari perilaku konsumen untuk menentukan kapan dan apa yang hendak di-email-kan.</li>
<li>Terlibatlah dengan konsumen dan calon prospek anda dengan menggabungkan <em>social media</em> dan <em>marketing</em> tradisional.</li>
<li>&#8216;Bersihkan rumah&#8217; dengan meng-<em>update preferences</em> dan menghapus informasi yang sudah usang. Mudahkan diri anda sendiri dan buat konsumen merasa diperhatikan.</li>
<li>Perhatikan detail. Konsumen dan calon konsumen sangat mungkin berubah pikiran hanya karena satu detail kecil yang tidak anda perhatikan sebelumnya.</li>
</ul>
<p>Kalau anda fokus pada keinginan konsumen, maka sisi gelap Hukum Newton ketiga akan lenyap. Segalanya akan menjadi lebih baik untuk bisnis anda. (Dan tidak membuat kepala anda pening karena kejatuhan apel. <img src='http://d.metacamp.us/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  )</p>
<div id="br_pdf_link">
	     <a href="http://d.metacamp.us/784/bagaimana-hukum-newton-ketiga-membuat-marketing-plan-berantakan.html.pdf">
	     <span>Bagaimana Hukum Newton Ketiga Membuat Marketing Plan Berantakan</span>
	     </a>
	     </div><p><a href="http://d.metacamp.us/784/bagaimana-hukum-newton-ketiga-membuat-marketing-plan-berantakan.html">Bagaimana Hukum Newton Ketiga Membuat Marketing Plan Berantakan</a> is a post from: <a href="http://d.metacamp.us">The Private Campus</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://d.metacamp.us/784/bagaimana-hukum-newton-ketiga-membuat-marketing-plan-berantakan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lebih Produktif dengan Taktik Pecah-Belah</title>
		<link>http://d.metacamp.us/200/lebih-produktif-dengan-taktik-pecah-belah.html</link>
		<comments>http://d.metacamp.us/200/lebih-produktif-dengan-taktik-pecah-belah.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2008 15:34:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dhan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Management]]></category>
		<category><![CDATA[Strategic Planning]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fundkitchen.com/2008/10/lebih-produktif-dengan-taktik-pecah-belah/</guid>
		<description><![CDATA[Strategi dan taktik perang dapat digunakan untuk memecahkan masalah sehari-hari. Bukan&#8230; ini bukan tentang membom tetangga yang menyebalkan dan kurang bersahabat, juga bukan tentang mengirimkan pasukan tempur untuk menjaga rumah anda dari maling dan begundal yang semakin nekad. Yang saya maksud adalah mengadaptasi apa yang bisa anda lakukan pada situasi yang sedang anda hadapi. Mungkin <a href="http://d.metacamp.us/200/lebih-produktif-dengan-taktik-pecah-belah.html#more-200'" class="more-link">more »</a><p><a href="http://d.metacamp.us/200/lebih-produktif-dengan-taktik-pecah-belah.html">Lebih Produktif dengan Taktik Pecah-Belah</a> is a post from: <a href="http://d.metacamp.us">The Private Campus</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Strategi dan taktik perang dapat digunakan untuk memecahkan masalah sehari-hari. Bukan&#8230; ini bukan tentang membom tetangga yang menyebalkan dan kurang bersahabat, juga bukan tentang mengirimkan pasukan tempur untuk menjaga rumah anda dari maling dan begundal yang semakin nekad. Yang saya maksud adalah mengadaptasi apa yang bisa anda lakukan pada situasi yang sedang anda hadapi.</p>
<p>Mungkin paradigma ini juga yang mendasari diterbitkannya sejumlah buku oleh kalangan enterprise seperti <a href="http://d.metacamp.us/freebies/" target="_self"><em>Sun Tzu&#8217;s Art of War</em></a> untuk dapat diterapkan dalam realita bisnis.</p>
<p>Berikut ini adalah ide dasar agar kita dapat lebih produktif dalam masalah sehari-hari di manapun kita berada dengan menggunakan taktik pecah-belah.<span id="more-200"></span></p>
<p><strong>Lebih mudah berurusan dengan masalah kecil</strong> daripada masalah besar. Anda dapat memecah dan membelah tujuan dan sasaran yang hendak dicapai dalam rangka pemecahan masalah menjadi sub-sub-tujuan dan sasaran yang lebih kecil. Sebesar apapun masalah yang anda hadapi selalu dapat dipecah menjadi masalah yang lebih kecil dan lebih mudah diselesaikan. &#8220;Memperkecil masalah&#8221; berbeda dengan &#8220;mengecilkan masalah&#8221;, yang terakhir ini berarti tidak memandang serius masalah yang ada dan memiliki konotasi serta dampak yang negatif.</p>
<p>Dengan memperkecil masalah maka anda dapat menyelesaikan masalah yang lebih besar secara lebih terarah dan jelas hasilnya, dengan memfokuskan sumberdaya dan waktu yang dimiliki secara lebih fokus. Sub-sub tujuan juga berguna sebagai tolok ukur atau <em>milestones</em> yang memungkinkan anda mengukur sudah sejauh mana anda mendekati tujuan yang diinginkan.</p>
<p>Pemikiran ini diadaptasi dari ilmu manajemen proyek. Dalam manajemen proyek, kunci penyelesaian masalah adalah mem-plot sebuah proyek (tujuan, dalam rangka mengatasi masalah) dan memecahnya menjadi sejumlah fase atau tingkatan pekerjaan. Setiap fase memiliki tolok ukur atau langkah terpisah menuju satu tujuan utama. Satuan-satuan tugas ini kemudian dapat dikerjakan satu per satu atau sekaligus jika memungkinkan.</p>
<p><strong>Plan/Rencana.</strong> Seperti yang sudah dijelaskan di atas. Ada satu langkah besar yang cukup memakan waktu sebelum anda mulai melangkah, yaitu perencanaan/planning. Jadi anda harus memanfaatkan waktu yang ada secara bijak dan mulailah berencana. Jadwalkan hari-hari anda agar anda tahu berapa banyak waktu yang bisa dan harus dihabiskan untuk menyelesaikan tiap urusan/tugas. Jika anda mendapati bahwa satu tugas terlalu besar, maka pecah-belah lagi tugas tersebut. Dan mulailah selesaikan tiap fase yang harus dijalani.</p>
<p><strong>Prioritas.</strong> Ketahui tugas apa yang memang penting dan pisahkan tugas mana yang dapat dikerjakan belakangan. Tidak ada yang benar-benar sama penting. Kalau anda anggap semua tugas itu penting, maka akhirnya tidak ada yang benar-benar penting. Atau kalau anda menganggap semua bisa dikerjakan nanti, maka anda akan memperbesar masalah yang ada.</p>
<p>Kalau perlu bawalah catatan yang selalu anda bawa dan tandai tugas yang tidak dapat ditunda sampai esok hari.</p>
<p>Ya, ini memang penyederhanaan saja, namun jangan lupa bahwa kita tidak perlu &#8220;re-invent the wheel&#8221;. Asal kita menyadari filosofi yang mendasari sesuatu, maka kemungkinan besar hal yang sama juga bisa diterapkan pada situasi lainnya. Roda besar, ataupun kecil bentuknya tetap sama bulatnya kan? Hanya kondisi dan peruntukannya saja yang berbeda.</p>
<p>Dengan sedikit latihan maka anda akan terbiasa. Setelah anda terbiasa, maka anda akan menyenangi bagaimana sebuah perencanaan kecil dapat menyelesaikan sebuah masalah besar.</p>
<div id="br_pdf_link">
	     <a href="http://d.metacamp.us/200/lebih-produktif-dengan-taktik-pecah-belah.html.pdf">
	     <span>Lebih Produktif dengan Taktik Pecah-Belah</span>
	     </a>
	     </div><p><a href="http://d.metacamp.us/200/lebih-produktif-dengan-taktik-pecah-belah.html">Lebih Produktif dengan Taktik Pecah-Belah</a> is a post from: <a href="http://d.metacamp.us">The Private Campus</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://d.metacamp.us/200/lebih-produktif-dengan-taktik-pecah-belah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masterplan Blog Niche untuk Profit Jangka Panjang</title>
		<link>http://d.metacamp.us/30/masterplan-blog-niche-untuk-profit-jangka-panjang.html</link>
		<comments>http://d.metacamp.us/30/masterplan-blog-niche-untuk-profit-jangka-panjang.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Nov 2007 12:34:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dhan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Affiliate Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Business]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[PPC]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media]]></category>
		<category><![CDATA[Strategic Planning]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fundkitchen.com/2007/11/masterplan-blog-niche-untuk-profit-jangka-panjang/</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan sebelumnya adalah tentang apa itu blog niche dan sekarang saya akan menulis tentang proses membuat masterplan blog niche yang bisa anda buat sendiri. Tujuan pedoman ini adalah menghasilkan koordinasi yang efisien dan sukses secara menyeluruh. Pertama anda harus menyadari bahwa anda memerlukan tujuan yang jelas, hal ini memudahkan upaya selanjutnya pada saat menemukan faktor-faktor <a href="http://d.metacamp.us/30/masterplan-blog-niche-untuk-profit-jangka-panjang.html#more-30'" class="more-link">more »</a><p><a href="http://d.metacamp.us/30/masterplan-blog-niche-untuk-profit-jangka-panjang.html">Masterplan Blog Niche untuk Profit Jangka Panjang</a> is a post from: <a href="http://d.metacamp.us">The Private Campus</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan sebelumnya adalah tentang <a title="Apa Itu Blog Niche" href="http://d.metacamp.us/29/apa-itu-blog-niche.html">apa itu blog </a><em><a href="http://d.metacamp.us/2007/11/apa-itu-blog-niche/">niche</a> </em>dan sekarang saya akan menulis tentang proses membuat <em>masterplan </em>blog niche yang bisa anda buat sendiri. Tujuan pedoman ini adalah menghasilkan koordinasi yang efisien dan sukses secara menyeluruh.</p>
<p>Pertama anda harus menyadari bahwa anda memerlukan tujuan yang jelas, hal ini memudahkan upaya selanjutnya pada saat menemukan faktor-faktor yang bukan prioritas.</p>
<p>Mempunyai perspektif jangka panjang sama pentingnya jika ingin membuat blog niche ini sebagai sumber penghasilan yang menguntungkan.<span id="more-30"></span></p>
<p><strong>Membuat Masterplan Blog Niche</strong></p>
<p>Di sini anda perlu memutuskan satu dari dua pilihan penting : <strong>Kualitas atau Kuantitas</strong>. Pilihan ini akan menentukan dua alur yang berbeda, masing-masing dengan pola pertumbuhannya, teknik pemasarannya, dan strategi monetisasinya.</p>
<p>Sekarang kita coba <em>split up</em> dan melihat kedua pilihan ini lebih dekat.</p>
<p><strong>Kuantitas (Metode <em>Brute Force</em>)</strong></p>
<p>Di sini anda membuat sebanyak mungkin blog niche (sampai batas yang masih bisa ditangani) dan menulis satu artikel per hari atau pada hari-hari tertentu di semua blog tersebut. Strategi profitnya sederhana saja: Membuat banyak blog, berharap satu dari blog tersebut mendapat <em>search traffic</em> dan menghasilkan klik pada iklan.</p>
<p>Metode ini banyak digunakan pada blog atau website yang bersifat <a title="Made for Adsense" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Made_for_adsense">&#8216;Made for Adsense</a>&#8216;, di mana blog/website tersebut mengagregasi atau melakukan <em>scrap content</em> dari blog feed atau mesin-mesin pencari (search engine) seperti Google Blog Search.</p>
<p>Saya <span style="text-decoration: underline;">tidak menyarankan</span> anda memilih jenis ini karena tipe blog seperti ini kurang <em>profitable</em>, meskipun sepenuhnya otomatis.</p>
<p><strong>* Sumber traffic</strong> : Perhatian utama tercurah pada upaya memperoleh search traffic melalui pengembangan bertahap dari banyaknya penggunaan kata kunci yang saling terkait.</p>
<p><strong>* Rencana pengembangan :</strong> Buat konten/artikel dengan jadwal tetap untuk membuatnya tetap segar.</p>
<p><strong>* Tujuan monetisasi :</strong> Mendapat sebanyak mungkin klik pada iklan atau link afiliasi melalui traffic yang terarah (targeted traffic).</p>
<p><strong>* Link building/Strategi Pemasaran : </strong>Mengirimkan artikel atau <em>press release</em> ke banyak direktori artikel (article directory) untuk mendapatkan link balik (backlink) dan juga iklan Pay Per Click (PPC) jika blog tersebut banyak menggunakan program afiliasi sebagai sumber <em>income</em>.</p>
<p><strong>* Keuntungan :</strong> Lebih sedikit upaya proaktif yang diperlukan. Anda perlu lebih sering dan konsisten dalam membuat materi blog. Tidak terlalu membutuhkan usaha <em>networking </em>dan <em>blog marketing</em>.</p>
<p><strong>* Kerugian :</strong> Sulit dikelola dan memakan banyak waktu kecuali menyewa banyak <em>blogger </em>atau penulis untuk membuat isi blog tersebut secara jangka panjang.</p>
<p><strong>Kualitas (Metode <em>Flagship</em>)</strong></p>
<p>Di sini anda membuat satu atau dua blog niche dan lebih banyak meluangkan waktu untuk membangun <em>brand image</em> dan reputasi. Tujuannya adalah untuk menjadi <em>expert </em>pada topik tersebut, sehingga dapat menarik <em>referral traffic</em> dan <em>inbound links</em>.</p>
<p><strong>* Sumber traffic :</strong> Perhatian dicurahkan pada search traffic dan melalui <em>referral traffic</em> dari berbagai situs-situs <a title="The Power Of Social Media Optimization" href="http://d.metacamp.us/23/the-power-of-social-media-optimization.html"><em>social networking</em></a>, forum, dsb.</p>
<p><strong>* Rencana pengembangan</strong> : Membentuk pengunjung setia. Hal penting yang harus dilakukan adalah mengintegrasikan blog tersebut ke dalam komunitas, artinya bersosialisasi sebanyak mungkin dengan teman-teman blogger lainnya. Minimum satu posting/artikel per hari dapatlah dibilang optimal.</p>
<p><strong>* Tujuan monetisasi :</strong> Bisa menggunakan berbagai cara yang umum termasuk Adsense dan program afiliasi lain. Tidak banyak berbeda dengan metode Brute Force. Metode ini juga mempunyai potensi untuk penjualan dari iklan langsung (direct ad).</p>
<p><strong>* Link building/Strategi Pemasaran :</strong> Perhatian dicurahkan pada membangun hubungan dengan blogger lainnya dalam komunitas niche tersebut atau sesekali membuat tautan pada berbagai social network.</p>
<p><strong>* Keuntungan :</strong> Dapat membuat cabang pada niche yang lebih kecil lagi dan membawa audien yang ada bersama anda, tidak lagi membangun audien dari awal. Potensi yang lebih tinggi dari keseluruhan traffic, ujung-ujungnya penghasilan jika blog flagship tersebut menjadi populer.</p>
<p><strong>* Kerugian</strong> : Blog flagship membutuhkan energi yang lebih tinggi karena anda perlu melakukan lebih banyak upaya marketing untuk artikel anda sendiri sambil berinteraksi secara umum.</p>
<p><strong>Memilih Strategi Blog Niche (Blogging Strategy) yang Tepat</strong></p>
<p>Saya pikir hal penting untuk mendasari pemilihan strategi blog niche adalah berdasarkan faktor-faktor berikut ini.</p>
<p><strong>* Waktu.</strong> Berapa banyak waktu yang anda miliki dalam sehari untuk &#8220;ngeblog&#8221;.</p>
<p><strong>* Minat.</strong> Apakah anda setidaknya cukup berminat pada topik blog tersebut.</p>
<p><strong>* Kepribadian.</strong> Apakah anda suka berinteraksi dengan blogger lainnya dan mempopulerkan materi anda sendiri. Atau lebih suka terfokus pada materi dan membiarkan search engine menemukan artikel anda secara bertahap.</p>
<p><strong>* Pertumbuhan jangka panjang.</strong> Apakah anda cukup sabar dalam jangka panjang atau lebih tertarik secepatnya menghasilkan uang walaupun sedikit?</p>
<p><strong>* Budget. </strong>Apakah anda bersedia menginvestasikan modal untuk mengembangkan blog anda atau hendak menekan biaya sekecil mungkin?</p>
<p>Sesungguhnya ada cukup celah untuk menggabungkan yang terbaik dari kedua metode ini.</p>
<p>Artikel-artikel selanjutnya akan membahas tentang bagaimana cara memilih blog niche dan nama domain/blog yang tepat. Hal ini biasanya menjadi masalah utama pada saat membuat blog baru.</p>
<div id="br_pdf_link">
	     <a href="http://d.metacamp.us/30/masterplan-blog-niche-untuk-profit-jangka-panjang.html.pdf">
	     <span>Masterplan Blog Niche untuk Profit Jangka Panjang</span>
	     </a>
	     </div><p><a href="http://d.metacamp.us/30/masterplan-blog-niche-untuk-profit-jangka-panjang.html">Masterplan Blog Niche untuk Profit Jangka Panjang</a> is a post from: <a href="http://d.metacamp.us">The Private Campus</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://d.metacamp.us/30/masterplan-blog-niche-untuk-profit-jangka-panjang.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

