<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>The Private Campus &#187; PR</title>
	<atom:link href="http://d.metacamp.us/tag/pr/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://d.metacamp.us</link>
	<description>E-Agribusiness and Internet Marketing Blog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Aug 2011 10:37:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=430</generator>
		<item>
		<title>Bagaimana Hukum Newton Ketiga Membuat Marketing Plan Berantakan</title>
		<link>http://d.metacamp.us/784/bagaimana-hukum-newton-ketiga-membuat-marketing-plan-berantakan.html</link>
		<comments>http://d.metacamp.us/784/bagaimana-hukum-newton-ketiga-membuat-marketing-plan-berantakan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 May 2009 08:18:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dhan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Communication]]></category>
		<category><![CDATA[Email Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[PR]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media]]></category>
		<category><![CDATA[Strategic Planning]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://d.metacamp.us/?p=784</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://d.metacamp.us/784/bagaimana-hukum-newton-ketiga-membuat-marketing-plan-berantakan.html"><img align="left" hspace="5" width="110" height="110" src="http://d.metacamp.us/wp-content/uploads/newton_law-150x150.jpg" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="hukum newton dan marketing" title="hukum newton dan marketing" /></a>Masih ingat pelajaran SMP tentang Hukum Newton ketiga yang menyatakan bahwa setiap tindakan (action) memiliki reaksi (reaction) berlawanan yang sama besar/kekuatannya. Praktisi direct marketing sudah memanfaatkan kaidah ini selama bertahun-tahun untuk menghasilkan penjualan. Mereka mengirim brosur, katalog, kartu pos, dan email. Kemudian pelanggan/konsumen mengirim uang. Hehe&#8230; harus saya akui ini adalah &#8216;terjemahan bebas&#8217; dari Hukum <a href="http://d.metacamp.us/784/bagaimana-hukum-newton-ketiga-membuat-marketing-plan-berantakan.html#more-784'" class="more-link">more »</a><p><a href="http://d.metacamp.us/784/bagaimana-hukum-newton-ketiga-membuat-marketing-plan-berantakan.html">Bagaimana Hukum Newton Ketiga Membuat Marketing Plan Berantakan</a> is a post from: <a href="http://d.metacamp.us">The Private Campus</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://d.metacamp.us/wp-content/uploads/newton_law-270x300.jpg" class="alignleft size-medium wp-image-785" title="hukum newton dan marketing" alt="hukum newton dan marketing" width="270" height="300" />Masih ingat pelajaran SMP tentang Hukum Newton ketiga yang menyatakan bahwa setiap tindakan (<em>action</em>) memiliki reaksi (<em>reaction</em>) berlawanan yang sama besar/kekuatannya. Praktisi <em>direct marketing</em> sudah memanfaatkan kaidah ini selama bertahun-tahun untuk menghasilkan penjualan. Mereka mengirim brosur, katalog, kartu pos, dan email. Kemudian pelanggan/konsumen mengirim uang. Hehe&#8230; harus saya akui ini adalah &#8216;terjemahan bebas&#8217; dari Hukum Newton 3 versi saya, tapi pasti anda <em>ngerti </em>maksudnya.</p>
<p>Namun ada sisi gelapnya saat anda menggabungkan teori ini dengan <em>marketing</em>.<span id="more-784"></span> Sebagian konsumen bereaksi dengan melakukan pembelian, sebagian lagi justru merasa tidak suka. Dan, semakin keras anda sebagai <em>marketer </em>mencoba, semakin golongan yang terakhir ini melawan (baca: tidak suka). Ada batas tipis antara &#8220;Saya tidak mau lagi menerima email dari perusahaan/orang ini jadi saya <em>unsubscribe/opt out</em> saja dari <em>mailing list</em>&#8221; dan &#8220;Saya capek dengan email seperti ini/yang begini banyaknya. Saya laporkan saja sebagai <em>spam</em>.&#8221;</p>
<h2>Konsumen punya suara dan suara mereka KERAS!</h2>
<p>Memang sejak dulu konsumen &#8216;punya suara&#8217;, tapi sekarang ini suara mereka makin keras karena sudah dilengkapi &#8216;megafon&#8217; (corong suara&#8230; halo&#8230;halo&#8230;) untuk memperkeras &#8216;suara&#8217; mereka. Kalau email anda terlalu banyak dilaporkan sebagai spam, maka email anda akan masuk <em>blacklist </em>dan anda dicap sebagai <em>spammer</em>. Kalau anda terlalu sering mengirimkan katalog, maka suara-suara negatif mulai bermunculan di internet dan mungkin surat pembaca di koran. Ya, konsumen punya suara dan mereka tahu bagaimana menggunakannya.</p>
<p>Namun sebagai <em>marketer </em>anda tidak usah takut, kalau dilakukan secara &#8216;benar&#8217; dan beretika. <em>Marketing campaign </em>yang anda lakukan akan menjangkau lebih banyak calon konsumen yang bereaksi dengan membeli, bukannya melawan. Berikut ini sebagian taktik untuk meyakinkan bahwa anda tidak mem-<em>push </em>konsumen dan calon prospek secara berlebihan:</p>
<ul>
<li>Selalu yakinkan agar calon konsumen menerima email atas kehendak mereka sendiri dengan menyediakan <em>form opt-in</em> dan sediakan cara yang mudah agar mereka dapat keluar/<em>opt out</em> saat mereka menginginkannya.</li>
<li>Tanyakan konsumen dan calon prospek anda bagaimana mereka ingin berkomunikasi dengan anda atau dapat dihubungi oleh anda. Ikuti kemauan mereka.</li>
<li>Tingkatkan strategi pengiriman email anda dengan mempelajari perilaku konsumen untuk menentukan kapan dan apa yang hendak di-email-kan.</li>
<li>Terlibatlah dengan konsumen dan calon prospek anda dengan menggabungkan <em>social media</em> dan <em>marketing</em> tradisional.</li>
<li>&#8216;Bersihkan rumah&#8217; dengan meng-<em>update preferences</em> dan menghapus informasi yang sudah usang. Mudahkan diri anda sendiri dan buat konsumen merasa diperhatikan.</li>
<li>Perhatikan detail. Konsumen dan calon konsumen sangat mungkin berubah pikiran hanya karena satu detail kecil yang tidak anda perhatikan sebelumnya.</li>
</ul>
<p>Kalau anda fokus pada keinginan konsumen, maka sisi gelap Hukum Newton ketiga akan lenyap. Segalanya akan menjadi lebih baik untuk bisnis anda. (Dan tidak membuat kepala anda pening karena kejatuhan apel. <img src='http://d.metacamp.us/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  )</p>
<div id="br_pdf_link">
	     <a href="http://d.metacamp.us/784/bagaimana-hukum-newton-ketiga-membuat-marketing-plan-berantakan.html.pdf">
	     <span>Bagaimana Hukum Newton Ketiga Membuat Marketing Plan Berantakan</span>
	     </a>
	     </div><p><a href="http://d.metacamp.us/784/bagaimana-hukum-newton-ketiga-membuat-marketing-plan-berantakan.html">Bagaimana Hukum Newton Ketiga Membuat Marketing Plan Berantakan</a> is a post from: <a href="http://d.metacamp.us">The Private Campus</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://d.metacamp.us/784/bagaimana-hukum-newton-ketiga-membuat-marketing-plan-berantakan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Strategi Membangun Core Audience</title>
		<link>http://d.metacamp.us/45/strategi-membangun-core-audience.html</link>
		<comments>http://d.metacamp.us/45/strategi-membangun-core-audience.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Dec 2007 07:49:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dhan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Branding]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Business]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[PR]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fundkitchen.com/2007/12/strategi-membangun-core-audience/</guid>
		<description><![CDATA[Kita asumsikan bahwa anda telah membuat artikel dengan kualitas A+. Langkah berikutnya adalah fokus pada mengembangkan saluran distribusi dan audience utama (core audience). Poin-poin yang akan dibahas adalah bagian dari satu aktivitas utama yaitu: membangun hubungan untuk mendukung distribusi materi. Fokus diarahkan pada mengembangkan beneficial relationship dalam rangka menciptakan lingkaran pendukung. 1. Power networking dan <a href="http://d.metacamp.us/45/strategi-membangun-core-audience.html#more-45'" class="more-link">more »</a><p><a href="http://d.metacamp.us/45/strategi-membangun-core-audience.html">Strategi Membangun Core Audience</a> is a post from: <a href="http://d.metacamp.us">The Private Campus</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kita asumsikan bahwa anda telah membuat artikel dengan kualitas A+. Langkah berikutnya adalah fokus pada mengembangkan saluran distribusi dan <em>audience </em>utama (core audience).</p>
<p>Poin-poin yang akan dibahas adalah bagian dari satu aktivitas utama yaitu: <span style="text-decoration: underline;">membangun hubungan untuk mendukung distribusi materi</span>. Fokus diarahkan pada mengembangkan <em>beneficial relationship</em> dalam rangka menciptakan lingkaran pendukung.</p>
<p><strong>1. <em>Power networking</em> dan Keterikatan Emosi</strong></p>
<p>Penting diingat bahwa hubungan/<em>networking </em>yang baik selalu diawali dengan memberi tanpa pamrih. Tunjukkan bahwa anda memang tertarik pada karakter atau karya orang tersebut. Jangan pernah meminta apapun pada tahap awal ini.<span id="more-45"></span></p>
<p>Cara paling efektif adalah dengan menawarkan sesuatu yang bermanfaat tanpa meminta apapun sebagai imbalan (setidaknya jangan langsung). Ambil contoh pada teknik menulis komentar. Alih-alih mempromosikan diri anda sendiri, lebih baik tulis sesuatu yang dapat menjadi bahan obrolan antara anda dan pemilik blog.</p>
<p><em>Traffic </em>yang didapat bukan hal utama pada fase ini. Faktor yang harus diprioritaskan saat memulai <em>networking </em>yaitu menunjukkan <strong>komitmen</strong> anda pada pihak kedua.</p>
<p>Berikut adalah poin-poin yang harus anda perhatikan:</p>
<p>1. <strong><em>Visibility</em>.</strong> Semakin kelihatan dukungan yang anda berikan terhadap blogger lain, semakin baik. Idealnya anda ingin mereka mengingat anda sesering mungkin. Tetaplah berada dalam ingatan mereka dengan meninggalkan komentar-komentar yang relevan dan lakukan percakapan/hubungan di luar media blog.</p>
<p>Buat mereka sadar akan keberadaan anda dengan membuat tautan, promosi, dan membicarakan (konteks positif) mereka pada blog anda sendiri atau pada situs-situs sosial.</p>
<p>2. <strong>Komunikasi Alternatif.</strong> Jangan hanya menjadi komentator dan <em>email-pitcher</em>. Lakukan komunikasi yang lebih <em>casual</em> dengan blogger lainnya. Misal, anda dapat berhubungan via email, telepon, atau Internet Messenger.</p>
<p>Komunikasi alternatif yang dilakukan ini berperan sebagai katalis/pengikat hubungan. Media alternatif ini dapat memecah kendala dialek dan menghasilkan penyesuaian dalam proses pertemanan dan <em>peer dynamic</em>. Menggunakan hanya satu saluran komunikasi adalah strategi <em>networking </em>yang buruk dan sebaiknya dihindari.</p>
<p>3. <strong>Komunitas sebagai magnet.</strong> Mendorong interaksi pembaca dan melakukan diskusi grup adalah cara yang bagus untuk menarik orang ke dalam &#8216;lingkaran&#8217; anda dan mengubah mereka menjadi pendukung sebagai akibat dari keterikatan emosi.</p>
<p>Ada banyak cara untuk mengembangkan komunitas seputar blog anda. Namun ingat: Apa yang dilakukan ini <span style="text-decoration: underline;">bukan untuk meningkatkan jumlah komentar atau aktivitas kasat mata lainnya</span>. Ini adalah tentang membangun hubungan dengan sejumlah <em>persuader </em>yang akan mengangkat konten anda karena mereka menyukai pribadi atau blog anda.</p>
<p><strong>2. Sindikasi Artikel dan <em>Editorial Submission</em></strong></p>
<p>Memperluas saluran distribusi juga memerlukan upaya aktif yang harus anda lakukan sendiri. Misal, mengizinkan situs lain untuk melakukan sindikasi terhadap artikel anda secara lengkap adalah cara mudah untuk mendapat ekspos tambahan.</p>
<p>Menerjemahkan artikel ke dalam bahasa lain juga membuat artikel anda dapat diakses oleh segmen pasar yang lebih luas.</p>
<p>Metode lainnya agar konten anda sampai ke lebih banyak <em>audience </em>adalah dengan mempraktekkan <em><span style="text-decoration: underline;">guest blogging</span></em>. Melakukan <em>guest blogging</em> berarti membina <span style="text-decoration: underline;">hubungan lebih lanjut</span> dengan blogger yang mana anda menulis untuknya.</p>
<p>Keinginan yang hanya mengharapkan pelanggan (subscriber), <em>traffic</em>, atau tautan adalah pemikiran jangka pendek saja. Filosofinya, bila anda berpikir pendek, maka anda hanya mendapatkan jangka pendek, bila anda berpikir panjang maka anda mendapat jangka panjang sekaligus jangka pendek. <em>Halah </em>&#8230;</p>
<p><em>Guest blogging</em> adalah cara untuk mendapat <span style="text-decoration: underline;">rekomendasi dan tautan di masa yang akan datang</span>. Jauh lebih mudah dan enak untuk &#8216;mengangkat&#8217; blogger yang pernah mempublikasikan artikel anda di situsnya. Kalau anda punya artikel bagus dan perlu segera dipublikasikan, maka anda dapat dengan cepat mendapatkannya karena sudah mendapat kepercayaan.</p>
<p>Lakukan <em>guest blogging</em> secara strategis dan yang terpenting fokuslah pada <em>relationship building</em>.</p>
<p><strong>3. Manfaatkan Saluran <em>Social Media</em> untuk Mendapat Atensi</strong></p>
<p>Saya pernah menulis tentang <em><a href="http://d.metacamp.us/23/the-power-of-social-media-optimization.html">social media marketing</a></em> dan saya pikir media ini adalah saluran distribusi yang baik untuk menyebarluaskan artikel anda. <em>Article marketing</em> yang tepat dapat menarik pengunjung yang sangat banyak, pengunjung ini sebagian akan menjadi pengunjung tetap dan kemudian menjadi suporter blog anda.</p>
<p>Dalam konteks membangun <em>core audience</em>, situs <em>social media</em> berperan sebagai &#8216;<em>mak comblang</em>&#8216;. Situs tersebut menampilkan tautan pada spot-spot penting dan menunjukkan blog anda kepada orang-orang yang mungkin belum pernah mengunjunginya. Di sini <em>social media</em> melakukan fungsi perkenalan, selanjutnya adalah tugas anda untuk meyakinkan pengunjung bahwa blog anda adalah blog yang tepat untuk mereka.</p>
<p>Strategi <em>marketing </em>menggunakan <em>social media</em> ini tidak sulit; Pilih topik yang relevan dengan tema blog anda dan berpotensi untuk populer pada saluran yang anda incar. Jangan pernah menganggap bahwa semua yang anda tulis adalah emas. Pengunjung yang tertarik akan menjadi <em>subscriber</em>, sementara yang lain akan berlalu. Walaupun anda tidak bisa memuaskan semua pengunjung, namun anda tetap harus membuat tulisan yang bisa<span style="text-decoration: underline;"> mendapat atensi seluas-luasnya</span>.</p>
<p>Anda bisa juga menggunakan <em>social media</em> untuk membangun <em>core audience</em> dengan melakukan publikasi pada komunitas berita seperti <a href="http://newsvine.com/" target="_blank">Newsvine</a> dan melakukan <em>networking </em>pada komunitas sosial seperti <a href="http://www.bumpzee.com/" target="_blank">Bumpzee</a>, <a href="http://blogcatalog.com/" target="_blank">Blog Catalog</a> atau <a href="http://mybloglog.com/" target="_blank">MyBlogLog</a>. Komunitas pada situs-situs ini kebanyakan adalah para <em>webmaster</em>/blogger yang cenderung akan mengikuti blog anda.</p>
<p>Forum-forum <em>webmaster </em>atau forum pada segmen/<em>niche </em>tertentu juga berpotensi untuk menyalurkan <em>traffic </em>yang relevan dalam jumlah banyak, terutama bila anda aktif berpartisipasi pada diskusi.</p>
<p><strong><em>Blog Readership</em> = Marketing dari Mulut ke Mulut</strong></p>
<p>Saat orang membicarakan blog anda, maka anda akan mendapat <em>traffic </em>dan pembaca baru. Kualitas tulisan memang harus bagus, ini penting, namun <span style="text-decoration: underline;">tidak lebih penting</span> daripada memiliki <em>core audience</em> yang akan membantu anda mengangkat konten dan membentuk <em>image</em>.</p>
<p>Anda harus aktif mengembangkan komunitas, upaya ini tidak akan sia-sia; Bayangkan pada kesempatan berikutnya anda menulis artikel yang sangat bagus, maka anda akan menjangkau pembaca yang sangat banyak sebagai hasil dari saluran distribusi yang luas.</p>
<p>Untuk mendapat <span style="text-decoration: underline;">strategi </span><em><span style="text-decoration: underline;">blogging</span> </em>yang efektif, silakan <a href="http://www.feedburner.com/fb/a/emailverifySubmit?feedId=1119044&amp;loc=en_US" target="_blank">subscribe via email</a>.</p>
<div id="br_pdf_link">
	     <a href="http://d.metacamp.us/45/strategi-membangun-core-audience.html.pdf">
	     <span>Strategi Membangun Core Audience</span>
	     </a>
	     </div><p><a href="http://d.metacamp.us/45/strategi-membangun-core-audience.html">Strategi Membangun Core Audience</a> is a post from: <a href="http://d.metacamp.us">The Private Campus</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://d.metacamp.us/45/strategi-membangun-core-audience.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rahasia Membuat Blog Populer, Pengantar</title>
		<link>http://d.metacamp.us/44/rahasia-membuat-blog-populer-pengantar.html</link>
		<comments>http://d.metacamp.us/44/rahasia-membuat-blog-populer-pengantar.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Nov 2007 17:13:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dhan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Branding]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Business]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[PR]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fundkitchen.com/2007/11/rahasia-membuat-blog-populer-pengantar/</guid>
		<description><![CDATA[Agak bombastis ya judulnya? Hehehe &#8230; Terus terang saja, sejauh yang sudah saya amati, menembus sebuah segmen/niche dan mengumpulkan masa pengunjung untuk sebuah blog bukanlah urusan yang mudah. Tidak ada software bantu yang dapat melakukannya dengan satu kali klik. Keberhasilan blog banyak ditentukan oleh jumlah audience yang dimiliki. Semakin banyak orang yang membaca blog anda <a href="http://d.metacamp.us/44/rahasia-membuat-blog-populer-pengantar.html#more-44'" class="more-link">more »</a><p><a href="http://d.metacamp.us/44/rahasia-membuat-blog-populer-pengantar.html">Rahasia Membuat Blog Populer, Pengantar</a> is a post from: <a href="http://d.metacamp.us">The Private Campus</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Agak bombastis ya judulnya? Hehehe &#8230;</p>
<p>Terus terang saja, sejauh yang sudah saya amati, menembus sebuah segmen/<em>niche </em>dan mengumpulkan masa pengunjung untuk sebuah blog bukanlah urusan yang mudah. Tidak ada <em>software </em>bantu yang dapat melakukannya dengan satu kali klik.</p>
<p>Keberhasilan blog banyak ditentukan oleh jumlah <em>audience </em>yang dimiliki. Semakin banyak orang yang membaca blog anda secara rutin, maka konten yang anda miliki akan lebih banyak tersebar luas, yang pada gilirannya akan mengembangkan blog/<em>website </em>anda lebih besar lagi.</p>
<p>Jadi apa rahasia membuat blog populer dengan pembaca/<em>traffic </em>yang banyak? <span id="more-44"></span><strong>Penyebarluasan materi </strong>(content dissemination) dan membangun <strong><em>audience </em>utama</strong> (core audience). Itulah jawabannya. Bukan cuma tentang kualitas materi/artikel. Menurut saya kualitas materi ini nomor dua, walaupun penting. Inti dari kunci tadi adalah memiliki saluran distribusi yang luas.</p>
<p>Sekali lagi saya tekankan, pertumbuhan <em>readership </em>bukan hanya dipengaruhi kualitas artikel, namun lebih ditentukan oleh jangkauan sirkulasi dan distribusi. Jadi sekali lagi masalah utamanya adalah <span style="text-decoration: underline;">berapa banyak</span> atensi yang diperoleh blog tersebut.</p>
<p>Mengapa kualitas artikel ditempatkan pada nomor dua?</p>
<p>Jawabannya karena nilai sebuah konten itu subjektif, tergantung pada siapa yang membacanya, dampak yang sesungguhnya dari sebuah tulisan ditentukan oleh <span style="text-decoration: underline;">distribusi</span>. Sebuah tulisan dengan kualitas terbaik menjadi impoten jika hanya tiga orang yang melihatnya. Sedangkan artikel yang biasa-biasa saja dapat menjadi sangat populer jika ada 100 blogger yang membacanya, lalu membuat artikel balasan tentang tulisan tersebut di blognya masing-masing.</p>
<p>Memiliki orang yang melihat dan dapat mendistribusikan konten blog anda adalah hal yang amat sangat <span style="text-decoration: underline;">penting untuk mengembangkan <em>readership</em></span>.</p>
<p>Jika anda berhasil mengembangkan saluran distribusi maka selanjutnya tidak sulit bagi anda untuk membangun <em>perceived authority </em>dan <em>brand strength</em>, keunggulan ini diperoleh karena anda &#8216;bisa ditemukan&#8217; di mana-mana. Orang biasanya membicarakan sesuatu yang biasa mereka lihat atau merasa familier, jarang sekali orang bicara tentang sesuatu yang tidak dikenal atau diketahui. Hal ini disebut <em><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mind_share" target="_blank">mindshare</a></em>.</p>
<p>Dengan memahami yang sudah dijelaskan di atas, sekarang kita telusuri manfaat memiliki <em>audience </em>utama dan bagaimana mengembangkan jaringan <em>audience </em>seperti itu untuk memperluas jalur distribusi yang sudah anda miliki.</p>
<p><strong>Pentingnya Memiliki Audience Utama </strong></p>
<p>Jika anda ingin membuat <em>readership </em>yang luas dan memiliki otoritas (perceived authority) pada segmen tertentu maka anda perlu terlebih dulu membangun kelompok <em>audience </em>utama. Hal ini penting karena orang-orang ini yang akan membuat blog anda berkembang <span style="text-decoration: underline;">di luar readership yang sudah anda miliki</span>.</p>
<p>Kelompok <em>audience </em>utama harus mempunyai syarat berikut :</p>
<blockquote>
<ul>
<li>Seorang blogger, masing-masing mempunyai <em>audience</em>-nya sendiri.</li>
<li>Mempunyai pengaruh dalam segmen-nya.</li>
<li>Mampu menghasilkan <em>traffic</em>.</li>
<li><em>Loyal reader </em>yang dapat menghargai konten dan opini anda.</li>
<li>Memantau blog anda dan membaca sebagian besar yang anda tulis.</li>
<li>Bisa jadi termasuk sebagai target pembaca yang anda tuju.</li>
</ul>
</blockquote>
<p>Saat anda mempublikasikan artikel, orang-orang inilah yang akan membagikannya dengan <em>audience </em>yang mereka miliki. Membawa pengunjung yang terarah (targeted visitor) untuk blog anda, di mana sebagian pengunjung baru ini akan berlangganan dan memantau blog anda, sebelum akhirnya menjadi <em>audience </em>utama juga.</p>
<p>Dengan membuat artikel bermutu (atau pantas untuk dibicarakan) yang disebarkan melalui <em>audience </em>utama yang <span style="text-decoration: underline;">mampu menghasilkan tautan (link) dan mengarahkan pembaca</span> adalah strategi yang sangat penting untuk memapankan dan mengembangkan readership blog anda.</p>
<p><strong><em>Value of Core Audience</em>: Contoh <em>Content Dissemination</em></strong></p>
<p>Di sini saya akan memberikan contoh bagaimana <em>core audience</em> mampu menghasilkan <em>traffic</em>.</p>
<p>Kebanyakan <em>breaking news</em> di situs Techcrunch mendapat <em><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Trackback" target="_blank">trackback</a></em> dan tautan dari banyak blog dan website yang lebih kecil, di mana setiap blog ini mengarahkan pembaca ke sumber aslinya &#8211; yaitu Techcrunch &#8211; saat mereka menulis artikel tentang berita tersebut.</p>
<p>Contoh lain, Andy Beard adalah blogger pertama yang menulis tentang <a href="http://andybeard.eu/2007/10/pagerank-update.html" target="_blank">penurunan Google Page Rank</a> yang terjadi baru-baru ini. Penemuan yang dia publikasikan dengan cepat diikuti banjir tautan yang mengarah pada blognya. Sebagian tautan dibuat hanya berselang beberapa jam setelah artikelnya dipublikasikan. Ia mendapat lebih dari 190 tautan di mana sebagian berasal dari blog-blog besar.</p>
<p>Andy memiliki lebih dari 1500 <em>subscriber </em>dan <em>loyal reader</em> saat ia mempublikasikan artikel tersebut.</p>
<p>Pertanyaannya, apakah artikel tersebut akan cepat menyebar (atau bahkan diketahui orang) jika ditulis pada blog baru? Ya, mungkin saja, namun meskipun topiknya &#8216;<em>hot</em>&#8216;, blog besar biasanya tidak membuat tautan pada materi yang tidak dikenalnya. Kalaupun ceritanya dikenal, apakah mereka akan begitu saja membuat tautan pada sumber/blogger yang tidak mereka ketahui kredibilitasnya?</p>
<p>Kepercayaan terhadap sumber informasi adalah hal penting.</p>
<p>Tentu saja sebuah blog yang baru berjalan dapat menggunakan jalur <em><a href="http://d.metacamp.us/23/the-power-of-social-media-optimization.html">social media</a></em> seperti Digg untuk mengatasi keterbatasan akibat <em>image </em>yang belum dikenal.</p>
<p>Di sisi lain blog yang sudah mapan dapat dengan mudah me-<span style="text-decoration: underline;">monopoli tautan</span> dengan menulis opini atau versinya sendiri tentang suatu berita. Karena situs besar seperti ini mempunyai pembaca yang banyak sehingga tautan dan traffic melewatkan sumber aslinya dan mengarah langsung pada blog besar tersebut.</p>
<p>Artikel selanjutnya tentang tiga strategi membangun Core Audience.</p>
<p>Ada masukan, saran, dan pertanyaan? Silakan tinggalkan komentar.</p>
<div id="br_pdf_link">
	     <a href="http://d.metacamp.us/44/rahasia-membuat-blog-populer-pengantar.html.pdf">
	     <span>Rahasia Membuat Blog Populer, Pengantar</span>
	     </a>
	     </div><p><a href="http://d.metacamp.us/44/rahasia-membuat-blog-populer-pengantar.html">Rahasia Membuat Blog Populer, Pengantar</a> is a post from: <a href="http://d.metacamp.us">The Private Campus</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://d.metacamp.us/44/rahasia-membuat-blog-populer-pengantar.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenapa Harus Punya Blog?</title>
		<link>http://d.metacamp.us/36/kenapa-harus-punya-blog.html</link>
		<comments>http://d.metacamp.us/36/kenapa-harus-punya-blog.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Nov 2007 16:55:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dhan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Branding]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Business]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[PR]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fundkitchen.com/2007/11/kenapa-harus-punya-blog/</guid>
		<description><![CDATA[Kita mulai dengan pertanyaan tentang kenapa anda harus punya blog meskipun tidak berencana untuk menghasilkan income dari blog tersebut. Dalam keseharian, anda sudah terkategorisasi, mulai dari cara berpakaian, cara bicara, dan banyak visible factor lainnya. Penampilan fisik, sifat dan kepribadian yang terpancar merupakan platform berperilaku saat berinteraksi dengan orang lain. Di dunia maya, seseorang tidak <a href="http://d.metacamp.us/36/kenapa-harus-punya-blog.html#more-36'" class="more-link">more »</a><p><a href="http://d.metacamp.us/36/kenapa-harus-punya-blog.html">Kenapa Harus Punya Blog?</a> is a post from: <a href="http://d.metacamp.us">The Private Campus</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kita mulai dengan pertanyaan tentang kenapa anda harus punya blog meskipun tidak berencana untuk menghasilkan<em> income</em> dari blog tersebut.</p>
<p>Dalam keseharian, anda sudah terkategorisasi, mulai dari cara berpakaian, cara bicara, dan banyak <em>visible factor</em> lainnya. Penampilan fisik, sifat dan kepribadian yang terpancar merupakan <em>platform </em>berperilaku saat berinteraksi dengan orang lain.</p>
<p>Di dunia maya, seseorang tidak memiliki wujud fisik atau kepribadian yang dapat dirasakan dan dilihat kecuali dia menunjukannya. Sebuah situs yang terkait dengan nama anda adalah <em><strong>home base</strong></em>. Suatu platform yang menampilkan kepribadian virtual anda. Memungkinkan anda untuk mengembangkan gaya, wujud dan pribadi yang dapat dirasakan.<span id="more-36"></span></p>
<p>Dengan wujud tersebut anda dapat dikenal, dikategorikan, dan di-apresiasi. Blog dan profil pribadi pada berbagai situs <em>social networking</em> menyediakan pemenuhan atas kebutuhan ini. Memberikan <strong>identitas online</strong>, suatu home base di mana anda memulai agar dapat dikenal dan dapat membangun hubungan/<em>relationship.</em> Membuat orang lain tahu tentang anda.</p>
<p>Mungkin saja suatu saat anda memperoleh ide yang brilian dan perlu dukungan untuk menjadikannya kenyataan. Relationship yang sudah dibangun inilah yang akan berperan dan memberikan kontribusi (<strong>future profitability</strong>).</p>
<p><strong>Blog adalah Disiplin Dasar untuk Menghasilkan Uang<br />
</strong></p>
<p>Jika seseorang bertanya kepada saya tentang bagaimana cara memulai bisnis online, saya tidak akan ragu memberi saran untuk mulai <em>ngeblog </em>dengan menggunakan nama domain sendiri.</p>
<p>Menurut saya, blog adalah <strong>jalan pembuka</strong> yang memberikan keterampilan dasar untuk membuat bisnis di internet.</p>
<p>Proses memulai dan membangun blog mengarahkan seseorang untuk memiliki keterampilan <em>webmaster </em>dasar dan keterampilan bisnis <em>online</em>. Seorang <em>blogger </em>level awal harus mengurus sendiri berbagai hal yang berkaitan dengan blognya. Ia dipaksa mempelajari hal-hal yang diperlukan agar dapat sukses.</p>
<p>Dengan mengelola blog, seseorang akan:</p>
<p>1. Terdorong untuk menjalin hubungan (secara online).<br />
2. Mendapat keterampilan manajemen <em>server </em>dasar dan lanjutan.<br />
3. Mengembangkan keterampilan menulis dan  <em>personal style</em>.<br />
4. Belajar tentang <em>branding </em>pribadi dan non-pribadi (barang/jasa).<br />
5. Belajar tentang pilihan-pilihan monetisasi dan penjualan ruang iklan.<br />
6. Belajar membangun <em>link </em>dan membuat situs agar <em>search engine friendly</em>.<br />
7. Meningkatkan keterampilan <em>marketing </em>pada berbagai platform.</p>
<p>Setelah mengembangkan kemampuan ini sampai ke tingkat lanjut, tidak akan sulit untuk mengeset dan mengelola bisnis dan situs yang bukan blog.</p>
<p>Jika saya tertarik pada sebuah <a title="Apa Itu Blog Niche?" href="http://d.metacamp.us/29/apa-itu-blog-niche.html">segmen/niche</a> atau suatu bidang, saya akan membuat sebuah blog sederhana untuk &#8216;mengetes pasar&#8217; dan mempelajari persaingannya. Seringkali apa yang tadinya dimulai sebagai blog hobi berkembang menjadi lebih menguntungkan saat belajar lebih dan lebih tentang bidang tersebut.</p>
<p><strong>Semuanya berawal dari sesuatu</strong>. Jelajahi minat anda. Buatlah blog di mana anda akan menikmatinya sebagai pembaca. Siapa tahu, suatu saat blog tersebut akan memberikan income.</p>
<div id="br_pdf_link">
	     <a href="http://d.metacamp.us/36/kenapa-harus-punya-blog.html.pdf">
	     <span>Kenapa Harus Punya Blog?</span>
	     </a>
	     </div><p><a href="http://d.metacamp.us/36/kenapa-harus-punya-blog.html">Kenapa Harus Punya Blog?</a> is a post from: <a href="http://d.metacamp.us">The Private Campus</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://d.metacamp.us/36/kenapa-harus-punya-blog.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

