<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>The Private Campus &#187; Email Marketing</title>
	<atom:link href="http://d.metacamp.us/tag/email-marketing/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://d.metacamp.us</link>
	<description>E-Agribusiness and Internet Marketing Blog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Aug 2011 10:37:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=428</generator>
		<item>
		<title>Email Marketing &#8211; Maksimalkan Hasil Anda &#8211; Part 2</title>
		<link>http://d.metacamp.us/802/email-marketing-maksimalkan-hasil-anda-part-2.html</link>
		<comments>http://d.metacamp.us/802/email-marketing-maksimalkan-hasil-anda-part-2.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 May 2009 18:03:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dhan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Affiliate Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Communication]]></category>
		<category><![CDATA[Cross Sell]]></category>
		<category><![CDATA[Email Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://d.metacamp.us/?p=802</guid>
		<description><![CDATA[Di bagian dua (terakhir) ini kita akan melanjutkan pada masalah yang dihadapi hampir semua email marketer saat mereka baru mulai berusaha menghasilkan uang dari list yang mereka bangun: bagaimana meng-konversi daftar tersebut menjadi konsumen yang mau membayar. 7. Beri Saran yang Bernilai Pelihara hubungan baik dengan list anda dengan memberi mereka saran berkualitas secara berkala. <a href="http://d.metacamp.us/802/email-marketing-maksimalkan-hasil-anda-part-2.html#more-802'" class="more-link">more »</a><p><a href="http://d.metacamp.us/802/email-marketing-maksimalkan-hasil-anda-part-2.html">Email Marketing &#8211; Maksimalkan Hasil Anda &#8211; Part 2</a> is a post from: <a href="http://d.metacamp.us">The Private Campus</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di bagian dua (terakhir) ini kita akan melanjutkan pada masalah yang dihadapi hampir semua <em>email marketer</em> saat mereka baru mulai berusaha menghasilkan uang dari <em>list </em>yang mereka bangun: bagaimana meng-konversi daftar tersebut menjadi konsumen yang mau membayar.</p>
<h2>7. Beri Saran yang Bernilai</h2>
<p>Pelihara hubungan baik dengan <em>list </em>anda dengan memberi mereka saran berkualitas secara berkala. Ini adalah hal paling penting untuk membangun list yang sukses dan menguntungkan.</p>
<p>Cara terbaik lainnya untuk berinteraksi dengan list anda adalah dengan mengajukan pertanyaan yang terkait dengan topik list anda pada email berikutnya. Selalu pastikan bahwa mereka dapat menghubungi anda. Ingat, ini adalah proses dua arah; tujuannya adalah untuk membangun hubungan yang hangat.<span id="more-802"></span></p>
<h2>8. Tawarkan Gratisan</h2>
<p>Anda bisa menjaga hubungan dengan memberi beberapa ebook dan mungkin kursus gratis.</p>
<p>Dengan gratisan ini, anda bisa menawarkan <em>paid upgrade</em>. Jika mereka menyukai apa yang anda berikan, mereka akan meng-<em>upgrade </em>dengan senang hati.</p>
<p>Pada tahap awal, pertahankan harga serendah mungkin. Dengan menawarkan <em>upgrade </em>misal sekitar $7.00, anda akan mendapat kepercayaan lebih. Hal ini juga sebagai sarana pembuktian anda bahwa anda memiliki list yang bersedia mengeluarkan uang.</p>
<h2>9. Jangan Lakukan <em>Cross-Sell</em></h2>
<p>Satu hal yang sangat penting adalah anda harus tetap menjaga list anda pada topiknya. Jangan tergoda untuk menawarkan sesuatu diluar topik list (<em>cross-sell</em>).</p>
<p>Misal, anda mempunyai list yang tertarik pada topik fotografi. Anda juga mungkin punya list kedua dimana anggotanya tertarik pada topik <em>weight loss</em>. Jangan tergoda menjual produk <em>weight loss</em> ke list fotografi anda. List fotografi harus tetap di-supply email-email tentang fotografi, dan begitu pula list <em>weight loss</em> harus dikirimi materi yang berkaitan dengan <em>weight loss</em>.</p>
<p>Tentu saja tidak ada salahnya untuk sesekali mempromosikan topik lainnya di suatu list. Misal, anda bisa mendapat member baru untuk list <em>weight loss</em> dari list fotografi anda dengan menyebutkan sesuatu tentang <em>weight loss</em>. Namun perhatikan cara komunikasi anda. Lakukan ini sesekali saja dan dengan cara bahwa anda sedang berbincang dengan mereka.</p>
<p>Kemudian sebutkan bahwa jika mereka tertarik, mereka bisa <em>signup </em>untuk <em>newsletter </em>atau ebook <em>weight loss</em> anda secara gratis. Buat promosi ini sebagai catatan samping atau NB, bukan bagian utama dari email.</p>
<h2>10. Hindari Topik Tentang <em>Internet Marketing</em></h2>
<p>Saat anda baru saja mulai dengan <em>email marketing</em>, saya sangat sarankan agar anda menghindari topik <em>internet marketing</em>. Sering terjadi saat anda membangun list kemudian menawarkan sebuah produk dan ternyata anggota list anda sudah ditawari produk yang sama dengan yang anda tawarkan oleh 20 orang lainnya.</p>
<p>Agar bisa sukses di segmen <em>internet marketing</em>, anda harus memiliki <em>skill email marketing</em> yang baik dan akses ke bonus-bonus yang luar biasa. Anda harus dapat menawarkan member <em>list </em>anda sesuatu yang tidak bisa ditawarkan <em>marketer </em>lainnya. Jadi, hindari segmen <em>internet marketing</em> sampai anda bisa mengembangkan komponen-komponen tambahan ini agar dapat sukses berkompetisi.</p>
<h2>11. Cari Segmen/<em>Niche </em>Yang Anda Kenal</h2>
<p>Jauh lebih mudah mengasah <em>skill </em>anda di segmen/bidang yang anda kenal baik. Memiliki pengetahuan pada segmen tersebut memungkinkan anda untuk mentapkan posisi anda sebagai <em>expert </em>dengan cepat. Dan orang akan cenderung mengikuti saran dan rekomendasi dari seorang ahli, sehingga menjual di <em>list </em>tersebut akan lebih mudah.</p>
<p>Jangan pernah coba-coba untuk &#8216;menggertak&#8217; list anda. Hampir bisa dipastikan akan ada orang di <em>list </em>yang tahu lebih banyak!</p>
<h2>12. Memulai</h2>
<p>Hal pertama yang harus anda lakukan adalah menulis 10 <em>newsletter</em>/email atau lebih dengan isi tentang <em>general advice</em> dan tips pada topik tertentu. Kemudian tambahkan pesan-pesan tersebut ke <em>autoresponder </em>yang anda gunakan.</p>
<h2>13. Tetapkan Jadwal, Jaga Agar Mereka Tetap Tertarik</h2>
<p>Tentukan berapa sering anda ingin pesan-pesan tersebut akan dikirimkan ke anggota <em>list </em>anda dan set <em>autoresponder</em> untuk mengirim pesan-pesan ini sesuai jadwal yang anda tetapkan. Saran saya, seminggu sekali adalah frekuensi yang baik untuk memulai. Pada email-email awal ini, berikan bantuan dan saran sebanyak mungkin. Kalau anda membuat member tetap tertarik pada tahap ini, maka mereka akan tetap menjadi anggota list anda untuk waktu yang lama.</p>
<p>Sekarang kita loncat pada minggu 10 (pesan ke-10). Anda bisa mulai mengirimkan <em>newsletter </em>mingguan yang sudah anda buat sebelumnya. Anda bisa berbicara tentang pengembangan dan penemuan terbaru pada sektor tersebut dan memberi saran yang lebih <em>up-to-date</em>.</p>
<p>Pada saat ini juga bisa jadi waktu yang bagus untuk memberi <em>list </em>anda penawaran CPA (<em>cost per action</em>) yang baik dan terkait dengan topik, idealnya penawaran yang bersifat gratis. Misal, kalau anda memiliki <em>list </em>tentang golf, anda bisa mencari tawaran CPA yang bisa memberi member anda bola golf gratis. Beri mereka detail tentang tawaran ini dan cantumkan <em>affiliate link</em> anda.</p>
<p>Tawaran CPA gratis seperti ini adalah <em>win-win solution</em>. Anggota <em>list </em>anda mendapat bola golf gratis, dan anda mendapat <em>income</em>. Plus, anda baru saja membuktikan nilai <em>newsletter </em>anda kepada para anggota <em>list</em>, dan anda berada pada jalur yang tepat dalam mengelola <em>list </em>yang <em>profitable</em>.</p>
<h2>14. Hasil Akhir: Penjualan</h2>
<p>Kita telah melihat bahwa dengan menjaga hubungan baik, anda bisa yakin bahwa <em>list </em>anda reponsif terhadap penawaran anda saat anda menawarkannya. Ingat, jangan perlakukan <em>list </em>anda sebagai target penjualan dan sekedar angka, perlakukan mereka sebagai teman yang butuh bantuan dan saran anda, dan anda dengan senang hati akan memberikannya. Anda lakukan ini, dan anda akan terus menghasilkan penjualan untuk tahun-tahun berikutnya.</p>
<p>Pengalaman pertama kebanyakan <em>affiliate marketer</em> tentang <em>email marketing</em> adalah saat mereka menjadi <em>member list</em> seorang &#8216;<em>marketing guru</em>&#8216;. Mereka mendapat kesan yang salah bahwa <em>email marketing</em> adalah tentang mengirimkan tiga atau empat email per minggu, menawarkan setiap produk baru yang muncul.</p>
<p>Semoga, setelah membaca dua artikel ini, anda sekarang tahu bahwa <em>email marketing</em> tidak seperti itu. <em>Email marketing</em> bagi kita adalah tentang membangun hubungan berdasarkan rasa percaya.</p>
<div id="br_pdf_link">
	     <a href="http://d.metacamp.us/802/email-marketing-maksimalkan-hasil-anda-part-2.html.pdf">
	     <span>Email Marketing - Maksimalkan Hasil Anda - Part 2</span>
	     </a>
	     </div><p><a href="http://d.metacamp.us/802/email-marketing-maksimalkan-hasil-anda-part-2.html">Email Marketing &#8211; Maksimalkan Hasil Anda &#8211; Part 2</a> is a post from: <a href="http://d.metacamp.us">The Private Campus</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://d.metacamp.us/802/email-marketing-maksimalkan-hasil-anda-part-2.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Email Marketing &#8211; Maksimalkan Hasil Anda &#8211; Part 1</title>
		<link>http://d.metacamp.us/796/email-marketing-maksimalkan-hasil-anda-part-1.html</link>
		<comments>http://d.metacamp.us/796/email-marketing-maksimalkan-hasil-anda-part-1.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 May 2009 19:03:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dhan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Communication]]></category>
		<category><![CDATA[Email Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://d.metacamp.us/?p=796</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin anda sering atau pernah mendengar istilah &#8216;the money is in the list.&#8217; Peribahasa yang sering dikutip ini ( dan sekali lagi dikutip di sini) sebenarnya menyesatkan karena tidak lengkap. Seharusnya istilah ini berbunyi &#8216;the money is in a well-managed and highly responsive list.&#8216; Pada dua artikel ini kita akan melihat keseluruhan proses &#8211; mulai <a href="http://d.metacamp.us/796/email-marketing-maksimalkan-hasil-anda-part-1.html#more-796'" class="more-link">more »</a><p><a href="http://d.metacamp.us/796/email-marketing-maksimalkan-hasil-anda-part-1.html">Email Marketing &#8211; Maksimalkan Hasil Anda &#8211; Part 1</a> is a post from: <a href="http://d.metacamp.us">The Private Campus</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin anda sering atau pernah mendengar istilah &#8216;<em>the money is in the list</em>.&#8217; Peribahasa yang sering dikutip ini ( dan sekali lagi dikutip di sini) sebenarnya menyesatkan karena tidak lengkap. Seharusnya istilah ini berbunyi &#8216;<em>the money is in a well-managed and highly responsive list.</em>&#8216;</p>
<p>Pada dua artikel ini kita akan melihat keseluruhan proses &#8211; mulai dari memperoleh daftar nama (<em>list</em>) sampai mengkonversi list tersebut menjadi <em>valuable clients</em>.</p>
<p>Kita mulai&#8230;<span id="more-796"></span></p>
<h2>1. Tawarkan Insentif</h2>
<p>Langkah pertama membangun list adalah dengan membuat pengunjung (blog/situs anda) agar mau mendaftar. Anda bisa melakukannya dengan banyak cara. Cara yang biasa digunakan adalah dengan membuat <em>signup box </em>pada situs/blog anda dan meminta pengunjung untuk mendaftar agar mendapat berita terbaru yang anda posting-kan. Namun, ada metode yang lebih efektif. Anda bisa menawarkan insentif seperti ebook gratis, panduan video, atau mungkin kursus gratis 7 hari.</p>
<p>Semakin bagus tawaran anda, semakin banyak <em>signup </em>yang anda peroleh. Banyak pengunjung yang cukup senang mendaftar hanya untuk mendapat berita terbaru saja. Meski demikian, dengan menawarkan insentif, anda meningkatkan jumlah pendaftar yang berpotensi meningkatkan pendapatan anda dari list tersebut.</p>
<h2>2. Dapatkan <em>Customer </em>Melalui Forum</h2>
<p>Sekarang anda sudah memutuskan bagaimana anda akan memikat pengunjung untuk mendaftar (<em>signup</em>), waktunya untuk membuat mereka melihat dan mengetahui apa yang anda tawarkan.</p>
<p>Kalau kita ingin membangun email list yang fokus pada fotografi, maka kita bisa mendaftar pada forum fotografi dan mulai mengirimkan pesan. Sebagai member baru, jangan berjualan apapun! Dengan konsisten menjawab pertanyaan dan membantu mengatasi permasalahan yang dilontarkan di forum tersebut, maka kita akan segera dikenal sebagai orang yang punya keahlian (<em>authority</em>) di bidang tersebut.</p>
<p>Setelah cukup dikenal kemudian kita bisa menambahkan detail tentang blog/situs kita pada <em>signature</em>. Metode ini walaupun cukup efektif, masih bisa ditambahkan satu langkah lagi yang bisa membantu meningkatkan jumlah pendaftar kita.</p>
<h2>3. Dapatkan Testimonial</h2>
<p>Seperti halnya anda memberi insentif untuk pendaftar situs/blog anda, anda juga bisa menawarkan insentif secara langsung untuk member forum. Dengan sedikit perbedaan dari insentif pertama untuk pendaftar situs/blog.</p>
<p>Di sini anda bukan menawarkan panduan gratis untuk anggota forum, anda membuat ebook panduan dan membuat <em>posting </em>yang menyatakan bahwa anda akan segera menjual ebook tersebut di ClickBank (atau menjual sendiri menggunakan metode <em>affiliate</em>). Anda jelaskan bahwa anda akan memberi <em>copy</em>-an gratis dari ebook tersebut kepada anggota forum apabila mereka mau memberi testimonial.</p>
<p>Dengan cara ini saya pernah melihat seseorang dengan segera mendapat 500 anggota baru di <em>mailing </em>listnya, semuanya tertarik pada topik yang sama.</p>
<p>Dia memang kehilangan sebagian penjualan ebooknya, tapi justru mendapat profit jangka panjang dari penjualan tambahan, dan dari <em>affiliate sales</em>, karena banyaknya member yang mempromosikan ebook yang dirilisnya. Banyak orang justru tidak akan memberi secara gratis produk yang akan dijualnya.</p>
<p>Tapi jangan lupa, fokus anda di sini bukanlah menjual ebook, tapi untuk membangun list anda.</p>
<h2>4. Jangan Jualan&#8230; Dulu</h2>
<p>Setelah kita mendapat list, kita harus memberi para anggota <em>value </em>yang menjadi alasan mereka mendaftar, bahkan lampaui ekspektasi mereka kalau bisa. Para anggota kemungkinan besar mendaftar untuk mendapat bantuan dan saran, dan mereka sudah memperkirakan kalau anda akan menjual sesuatu ke mereka. Hei, semua orang menawarkan sesuatu bukan? Di sini anda justru membuat kejutan dengan memberi mereka apa yang mereka inginkan dan tidak menjual sesuatu ke mereka&#8230; dulu!</p>
<h2>5. Bangun Dulu Hubungan</h2>
<p>Jangan coba menjual apapun di list anda sebelum memiliki hubungan yang baik dengan para anggota. Ini memang perlu waktu, bisa berminggu-minggu bahkan bulanan. Malah saya pernah dengar katanya jangan pernah mencoba menjual apapun ke list anda selama tahun pertama.</p>
<p>Secara pribadi saya rasa itu terlalu lama. <img src='http://d.metacamp.us/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Tapi pernyataan tersebut menunjukkan bahwa sebuah list perlu &#8216;dimatangkan&#8217; dulu sebelum anda menawarkan sesuatu untuk dibeli. Cobalah untuk tidak menawarkan sesuatu sampai setidaknya mereka mendapat 10-15 email bersifat informatif dari anda.</p>
<h2>6. Jangan Ngotot</h2>
<p>Orang bergabung dengan list anda untuk mendapat informasi. Kalau anda ingin mereka tetap terdaftar sebagai member list anda, jangan sering-sering menjual sesuatu. Anda mungkin memperhatikan bahwa kebanyakan pemilik list mengirimkan dua atau tiga penawaran per minggu. <em>Conversion rate</em> (tingkat penjualan &#8211; persentase anggota list yang membeli) pada list seperti ini biasanya sangat rendah, dan pemilik list seperti ini biasanya mengandalkan kuantitas pengunjung baru yang secara konstan menggantikan anggota lama yang memilih <em>unsubscribe</em>.</p>
<p>Saya pernah melihat sebuah list dengan anggota kurang dari 60 orang, dan saat sesuatu ditawarkan di list tersebut <em>conversion rate</em>-nya bisa lebih dari 20-25%. List ini baru saja meluncurkan satu penawaran penjualan, itupun sekitar 6 bulan yang lalu.</p>
<p>Satu list kecil ini menyumbangkan $500 penghasilan berulang setiap bulan kepada pemiliknya. Saya memberikan fakta ini untuk menunjukkan dua hal. Pertama, anda tidak membutuhkan list dengan banyak anggota. Dan kedua, <em>a well managed list can be very profitable</em>.</p>
<div id="br_pdf_link">
	     <a href="http://d.metacamp.us/796/email-marketing-maksimalkan-hasil-anda-part-1.html.pdf">
	     <span>Email Marketing - Maksimalkan Hasil Anda - Part 1</span>
	     </a>
	     </div><p><a href="http://d.metacamp.us/796/email-marketing-maksimalkan-hasil-anda-part-1.html">Email Marketing &#8211; Maksimalkan Hasil Anda &#8211; Part 1</a> is a post from: <a href="http://d.metacamp.us">The Private Campus</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://d.metacamp.us/796/email-marketing-maksimalkan-hasil-anda-part-1.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Hukum Newton Ketiga Membuat Marketing Plan Berantakan</title>
		<link>http://d.metacamp.us/784/bagaimana-hukum-newton-ketiga-membuat-marketing-plan-berantakan.html</link>
		<comments>http://d.metacamp.us/784/bagaimana-hukum-newton-ketiga-membuat-marketing-plan-berantakan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 May 2009 08:18:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dhan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Communication]]></category>
		<category><![CDATA[Email Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[PR]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media]]></category>
		<category><![CDATA[Strategic Planning]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://d.metacamp.us/?p=784</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://d.metacamp.us/784/bagaimana-hukum-newton-ketiga-membuat-marketing-plan-berantakan.html"><img align="left" hspace="5" width="110" height="110" src="http://d.metacamp.us/wp-content/uploads/newton_law-150x150.jpg" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="hukum newton dan marketing" title="hukum newton dan marketing" /></a>Masih ingat pelajaran SMP tentang Hukum Newton ketiga yang menyatakan bahwa setiap tindakan (action) memiliki reaksi (reaction) berlawanan yang sama besar/kekuatannya. Praktisi direct marketing sudah memanfaatkan kaidah ini selama bertahun-tahun untuk menghasilkan penjualan. Mereka mengirim brosur, katalog, kartu pos, dan email. Kemudian pelanggan/konsumen mengirim uang. Hehe&#8230; harus saya akui ini adalah &#8216;terjemahan bebas&#8217; dari Hukum <a href="http://d.metacamp.us/784/bagaimana-hukum-newton-ketiga-membuat-marketing-plan-berantakan.html#more-784'" class="more-link">more »</a><p><a href="http://d.metacamp.us/784/bagaimana-hukum-newton-ketiga-membuat-marketing-plan-berantakan.html">Bagaimana Hukum Newton Ketiga Membuat Marketing Plan Berantakan</a> is a post from: <a href="http://d.metacamp.us">The Private Campus</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://d.metacamp.us/wp-content/uploads/newton_law-270x300.jpg" class="alignleft size-medium wp-image-785" title="hukum newton dan marketing" alt="hukum newton dan marketing" width="270" height="300" />Masih ingat pelajaran SMP tentang Hukum Newton ketiga yang menyatakan bahwa setiap tindakan (<em>action</em>) memiliki reaksi (<em>reaction</em>) berlawanan yang sama besar/kekuatannya. Praktisi <em>direct marketing</em> sudah memanfaatkan kaidah ini selama bertahun-tahun untuk menghasilkan penjualan. Mereka mengirim brosur, katalog, kartu pos, dan email. Kemudian pelanggan/konsumen mengirim uang. Hehe&#8230; harus saya akui ini adalah &#8216;terjemahan bebas&#8217; dari Hukum Newton 3 versi saya, tapi pasti anda <em>ngerti </em>maksudnya.</p>
<p>Namun ada sisi gelapnya saat anda menggabungkan teori ini dengan <em>marketing</em>.<span id="more-784"></span> Sebagian konsumen bereaksi dengan melakukan pembelian, sebagian lagi justru merasa tidak suka. Dan, semakin keras anda sebagai <em>marketer </em>mencoba, semakin golongan yang terakhir ini melawan (baca: tidak suka). Ada batas tipis antara &#8220;Saya tidak mau lagi menerima email dari perusahaan/orang ini jadi saya <em>unsubscribe/opt out</em> saja dari <em>mailing list</em>&#8221; dan &#8220;Saya capek dengan email seperti ini/yang begini banyaknya. Saya laporkan saja sebagai <em>spam</em>.&#8221;</p>
<h2>Konsumen punya suara dan suara mereka KERAS!</h2>
<p>Memang sejak dulu konsumen &#8216;punya suara&#8217;, tapi sekarang ini suara mereka makin keras karena sudah dilengkapi &#8216;megafon&#8217; (corong suara&#8230; halo&#8230;halo&#8230;) untuk memperkeras &#8216;suara&#8217; mereka. Kalau email anda terlalu banyak dilaporkan sebagai spam, maka email anda akan masuk <em>blacklist </em>dan anda dicap sebagai <em>spammer</em>. Kalau anda terlalu sering mengirimkan katalog, maka suara-suara negatif mulai bermunculan di internet dan mungkin surat pembaca di koran. Ya, konsumen punya suara dan mereka tahu bagaimana menggunakannya.</p>
<p>Namun sebagai <em>marketer </em>anda tidak usah takut, kalau dilakukan secara &#8216;benar&#8217; dan beretika. <em>Marketing campaign </em>yang anda lakukan akan menjangkau lebih banyak calon konsumen yang bereaksi dengan membeli, bukannya melawan. Berikut ini sebagian taktik untuk meyakinkan bahwa anda tidak mem-<em>push </em>konsumen dan calon prospek secara berlebihan:</p>
<ul>
<li>Selalu yakinkan agar calon konsumen menerima email atas kehendak mereka sendiri dengan menyediakan <em>form opt-in</em> dan sediakan cara yang mudah agar mereka dapat keluar/<em>opt out</em> saat mereka menginginkannya.</li>
<li>Tanyakan konsumen dan calon prospek anda bagaimana mereka ingin berkomunikasi dengan anda atau dapat dihubungi oleh anda. Ikuti kemauan mereka.</li>
<li>Tingkatkan strategi pengiriman email anda dengan mempelajari perilaku konsumen untuk menentukan kapan dan apa yang hendak di-email-kan.</li>
<li>Terlibatlah dengan konsumen dan calon prospek anda dengan menggabungkan <em>social media</em> dan <em>marketing</em> tradisional.</li>
<li>&#8216;Bersihkan rumah&#8217; dengan meng-<em>update preferences</em> dan menghapus informasi yang sudah usang. Mudahkan diri anda sendiri dan buat konsumen merasa diperhatikan.</li>
<li>Perhatikan detail. Konsumen dan calon konsumen sangat mungkin berubah pikiran hanya karena satu detail kecil yang tidak anda perhatikan sebelumnya.</li>
</ul>
<p>Kalau anda fokus pada keinginan konsumen, maka sisi gelap Hukum Newton ketiga akan lenyap. Segalanya akan menjadi lebih baik untuk bisnis anda. (Dan tidak membuat kepala anda pening karena kejatuhan apel. <img src='http://d.metacamp.us/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  )</p>
<div id="br_pdf_link">
	     <a href="http://d.metacamp.us/784/bagaimana-hukum-newton-ketiga-membuat-marketing-plan-berantakan.html.pdf">
	     <span>Bagaimana Hukum Newton Ketiga Membuat Marketing Plan Berantakan</span>
	     </a>
	     </div><p><a href="http://d.metacamp.us/784/bagaimana-hukum-newton-ketiga-membuat-marketing-plan-berantakan.html">Bagaimana Hukum Newton Ketiga Membuat Marketing Plan Berantakan</a> is a post from: <a href="http://d.metacamp.us">The Private Campus</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://d.metacamp.us/784/bagaimana-hukum-newton-ketiga-membuat-marketing-plan-berantakan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>5 Tips Sukses Email Marketing &#8211; Part 2</title>
		<link>http://d.metacamp.us/26/5-tips-sukses-email-marketing-part-2.html</link>
		<comments>http://d.metacamp.us/26/5-tips-sukses-email-marketing-part-2.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Oct 2007 10:24:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dhan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Email Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Business]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fundkitchen.com/2007/10/5-tips-sukses-email-marketing-part-2/</guid>
		<description><![CDATA[Okay menyambung tulisan sebelumnya, sekarang kita lanjutkan pada point 3 sampai 5 &#8230; 3. HTML atau Plain Text? Walaupun penting, banyak email marketer yang kurang memperhitungkan hal ini. Kebanyakan autoresponder memberikan opsi untuk memilih antara HTML atau plain text. Hal ini penting karena walaupun internet dan perangkat lunak terus berkembang dengan sangat pesat, masih banyak <a href="http://d.metacamp.us/26/5-tips-sukses-email-marketing-part-2.html#more-26'" class="more-link">more »</a><p><a href="http://d.metacamp.us/26/5-tips-sukses-email-marketing-part-2.html">5 Tips Sukses Email Marketing &#8211; Part 2</a> is a post from: <a href="http://d.metacamp.us">The Private Campus</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Okay menyambung <a title="5 Tips Sukses Email Marketing - Part 1" href="http://d.metacamp.us/24/5-tips-sukses-email-marketing-part-1.html">tulisan sebelumnya</a>, sekarang kita lanjutkan pada point 3 sampai 5 &#8230;</p>
<p><strong>3. HTML atau Plain Text?</strong></p>
<p>Walaupun penting, banyak <em>email marketer</em> yang kurang memperhitungkan hal ini. Kebanyakan <em>autoresponder </em>memberikan opsi untuk memilih antara HTML atau <em>plain text</em>. Hal ini penting karena walaupun internet dan perangkat lunak terus berkembang dengan sangat pesat, masih banyak <em>email client</em> yang hanya bisa membaca format <em>plain text</em>, sehingga saat <em>email client</em> ini menerima pesan dengan format HTML, maka seluruh kode HTML akan ditampilkan. Hal ini membuat email kelihatan tidak profesional, dan lebih parah lagi, email tersebut tidak bisa dibaca manusia. Saran saya, sebaiknya anda memilih format <em>plain text</em>, toh kalaupun ingin menampilkan sesuatu yang <em>fancy </em>anda dapat mencantumkan tautan pada isi email tersebut.<span id="more-26"></span></p>
<p><strong>4. Sudah punya <em>Opt-In Form</em>?</strong></p>
<p>Sering saya temukan masih banyak website yang belum mempunyai fasilitas <em>email opt-in</em>. Bila anda membaca tulisan ini, dan anda seorang (calon) <em>webmaster</em>/blogger, saya ingatkan untuk selalu memasang formulir <em>email opt-in</em> pada <em>website </em>yang anda buat, meskipun tidak punya apapun untuk dijual pada saat itu. Anda harus mulai membangun <em>email list</em>. Lebih cepat lebih baik.</p>
<p><strong>5. Kirim ulang email yang Tidak Dibuka</strong></p>
<p>Nah, kita sampai pada bagian terakhir, dan ini adalah poin yang jarang dibahas dalam bidang <em>internet marketing</em>, yaitu menganalisis email yang tidak dibuka oleh penerima. Layanan <em>autoresponder </em>yang baik memiliki fasilitas untuk memberikan laporan tentang siapa pada <em>list </em>anda yang tidak membuka emailnya. Harus diperhitungkan bahwa meskipun menggunakan <em>Subject line</em> yang paling <em>eye-catching</em> selalu ada kemungkinan email tersebut terlewatkan, terutama jika sang penerima bergabung dengan banyak <em>mailing list</em>, atau mungkin sedang liburan, atau mungkin awalnya hanya iseng saja mendaftarkan emailnya.<br />
Coba kirimkan sekali lagi. Banyak <em>online marketer</em> yang berpikir untuk <em>just skip</em> dan lanjut ke promosi berikutnya. Jangan menyerah dulu, jika email anda tidak dibuka pada kesempatan pertama, coba lagi. Kalaupun anda hanya dapat membuat satu &#8220;penjualan&#8221; dengan melakukannya, <em>then it was worth doing</em>.</p>
<p>Nah, semoga tulisan ini bisa memberi ide tentang apa yang bisa dikerjakan dengan <em>email marketing</em>.</p>
<div id="br_pdf_link">
	     <a href="http://d.metacamp.us/26/5-tips-sukses-email-marketing-part-2.html.pdf">
	     <span>5 Tips Sukses Email Marketing - Part 2</span>
	     </a>
	     </div><p><a href="http://d.metacamp.us/26/5-tips-sukses-email-marketing-part-2.html">5 Tips Sukses Email Marketing &#8211; Part 2</a> is a post from: <a href="http://d.metacamp.us">The Private Campus</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://d.metacamp.us/26/5-tips-sukses-email-marketing-part-2.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>5 Tips Sukses Email Marketing &#8211; Part 1</title>
		<link>http://d.metacamp.us/24/5-tips-sukses-email-marketing-part-1.html</link>
		<comments>http://d.metacamp.us/24/5-tips-sukses-email-marketing-part-1.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Oct 2007 11:12:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dhan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Email Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Business]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fundkitchen.com/2007/10/5-tips-sukses-email-marketing-part-1/</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu faktor utama agar dapat sukses berbisnis online adalah dengan melalui mailing list. Mungkin anda pernah mendengar istilah : &#8220;The money is in the list&#8220; Istilah ini ada benarnya bila anda memiliki database sebesar 100.000 alamat email (subscriber). Tapi daftar sepanjang ini tidak ada gunanya jika subscriber tidak melakukan tindakan yang diharapkan dari pesan <a href="http://d.metacamp.us/24/5-tips-sukses-email-marketing-part-1.html#more-24'" class="more-link">more »</a><p><a href="http://d.metacamp.us/24/5-tips-sukses-email-marketing-part-1.html">5 Tips Sukses Email Marketing &#8211; Part 1</a> is a post from: <a href="http://d.metacamp.us">The Private Campus</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu faktor utama agar dapat sukses berbisnis <em>online </em>adalah dengan melalui <em>mailing list</em>. Mungkin anda pernah mendengar istilah :</p>
<blockquote><p>&#8220;<em>The money is in the list</em>&#8220;</p></blockquote>
<p>Istilah ini ada benarnya bila anda memiliki database sebesar 100.000 alamat email (subscriber). Tapi daftar sepanjang ini tidak ada gunanya jika <em>subscriber </em>tidak melakukan tindakan yang diharapkan dari pesan yang dikirimkan, atau bahkan tidak mendapat pesannya sama sekali. Betul-betul membuang waktu.<span id="more-24"></span></p>
<p><strong>1. Gunakan Autoresponder berbayar</strong></p>
<p>Ini adalah hal yang sangat penting dalam bisnis <em>online </em>anda, khususnya dalam menjalankan email marketing. Memang banyak hal gratis di internet yang memiliki kelebihan bahkan dibandingkan dengan saingannya yang berbayar, namun layanan <em>autoresponder </em>tidak termasuk di sini. Anda sangat tidak disarankan menggunakan autoresponder gratisan. <em>Subscriber </em>mau membuka emailnya berarti satu masalah terselesaikan, namun jaminan bahwa email akan masuk ke <em>inbox</em> mereka adalah masalah lain yang sebaiknya diserahkan pada <em>autoresponder </em>dengan reputasi yang baik.<br />
Masalah <em>spam </em>yang semakin meningkat setiap tahun membuat banyak penyedia jasa email seperti Yahoo dan lainnya menyediakan fasilitas penyaringan untuk melindungi penggunanya. Hal ini positif dari sisi pengguna email. Di lain pihak, penyedia <em>autoresponder </em>dengan reputasi yang baik memiliki kerjasama dengan pihak penyedia email yang akan membantu penyampaian pesan agar dapat lolos dari <em>spam filter</em>. Jasa <em>autoresponder </em>yang baik juga memiliki fungsi di mana anda bisa melakukan uji picu-<em>spam</em> (untuk mengetes apakah email tersebut akan tersaring) sebelum anda mengirimkannya.<br />
Terakhir, pastikan bahwa jasa <em>autoresponder </em>tersebut memiliki fasilitas <em>double opt-in</em> yang memungkinkan anda untuk mengatur agar para <em>subscriber </em>harus meng-konfirmasi dan mem-verifikasi keanggotaan mereka dalam <em>list </em>anda. Biasanya melalui <em>link </em>yang harus di-klik pada email atau dengan membalas email.</p>
<p><strong>2.  Uji <em>Subject Line</em></strong></p>
<p>Hal pertama yang akan dilihat para <em>subscriber </em>saat mereka mengecek email adalah <em>subject</em>-nya. Hal yang perlu dilakukan anda sebagai <em>email marketer</em> adalah membuat <em>subject </em>semenarik mungkin agar para <em>subscriber </em>bersedia atau bahkan tertarik untuk membukanya, khususnya jika email tersebut berisi promosi.<br />
Salah satu cara untuk mendapatkan gambaran tentang berapa banyak email anda yang dibuka adalah dengan menguji <em>subject line</em> yang berbeda. Dalam cara ini anda mengirimkan email promosi tersebut ke sebagian kecil dari <em>list</em>. Misal, jika anda memiliki <em>list </em>sebanyak 10.000, maka anda dapat mengirim pada 500 orang dulu. 250 orang (kelompok A) untuk satu subjek dan sisanya (kelompok B) dengan subjek yang berbeda. Anda dapat melihat kelompok mana yang paling banyak merespon email yang anda kirim. <em>Subject line</em> yang dikirim pada kelompok tersebutlah yang digunakan untuk seluruh <em>list </em>anda.<br />
Ada banyak teknik untuk melakukan uji ini, tergantung pada besarnya <em>list </em>yang dimiliki. Misal, anda bisa menguji variasi <em>subject </em>lebih banyak atau mengirimkannya pada persentase penerima yang lebih besar.</p>
<p><a title="5 Tips Sukses Email Marketing - Part 2" href="http://d.metacamp.us/26/5-tips-sukses-email-marketing-part-2.html">Baca Part-2</a></p>
<div id="br_pdf_link">
	     <a href="http://d.metacamp.us/24/5-tips-sukses-email-marketing-part-1.html.pdf">
	     <span>5 Tips Sukses Email Marketing - Part 1</span>
	     </a>
	     </div><p><a href="http://d.metacamp.us/24/5-tips-sukses-email-marketing-part-1.html">5 Tips Sukses Email Marketing &#8211; Part 1</a> is a post from: <a href="http://d.metacamp.us">The Private Campus</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://d.metacamp.us/24/5-tips-sukses-email-marketing-part-1.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

