Volume Pada Perdagangan
Dalam dunia trading, informasi penting lainnya yang harus dimasukkan pada chart adalah volume.
Volume menunjukkan jumlah keseluruhan aktivitas perdagangan yang terjadi pada hari tersebut (atau periode tersebut jika digunakan pada rentang waktu yang berbeda). Menunjukkan jumlah total lot valuta asing, atau jumlah kontrak berjangka, atau jumlah saham yang ditransaksikan pada hari/periode tersebut.
Volume ini digambarkan sebagai vertical bar pada bagian bawah chart, di bawah baris harga. Bar volume yang lebih tinggi menunjukkan volume perdagangan pada periode tersebut meningkat. Klik gambar di bawah. Read more…
Categories: Finance Tags: Day Trading, Forex Trading, Stock Market, Volume
Jenis-jenis Chart dalam Trading
Tulisan ini terutama ditujukan untuk pembaca yang belum mengenal bentuk chart/diagram/grafik dan strukturnya yang biasa digunakan dalam dunia trading (forex, saham/stock, comodities, index, dll). Artikel ini membahas hal yang sangat dasar. Untuk mereka yang sudah familier dengan basis charting ini silakan lewat.
Bar Chart (Diagram Batang)
Bentuk diagram ini adalah yang paling banyak digunakan dalam analisa teknikal (technical analysis). Adapun bentuk diagram lainnya adalah line chart (diagram garis), candlestick (diagram lilin), dan ada satu lagi namun tidak akan dibahas di sini karena jarang digunakan, yaitu point and figure chart. Gambar di bawah menunjukkan bar chart. Disebut bar chart karena masing-masing periode waktu ditampilkan sebagai batang vertikal. Diagram ini menunjukkan harga-harga open, high, low, dan close (OHLC) – harga pembukaan, penutupan, terendah, dan tertinggi. Centang kecil pada sebelah kanan menunjukkan harga penutupan (C), dan centang sebelah kiri menunjukkan harga pembukaan (O). Read more…
Categories: Finance Tags: Chart, Day Trading, Forex Trading, Stock Market
Self Fulfilling Prophecy

Self fulfilling prophecy atau terjemahan bebasnya barangkali adalah ramalan yang terpenuhi dengan sendirinya adalah wacana yang sering diperdebatkan dalam bidang trading. Untuk meninjau hal ini, berikut adalah kutipan dari sebuah tulisan yang membahas kerugian menggunakan chart pattern:
- The use of most chart patterns has been widely publicized in the last several years. Many traders are quite familiar with these patterns and often act on them in concert. This creates a “self fulfilling prophecy”, as waves of buying or selling are created in response to “bullish” or “bearish” patterns…
- Chart patterns are almost completely subjective. No study has yet succeeded in mathematically quantifying any of them. They are literally in the mind of the beholder…
(Teweles et al.)
Sebetulnya kedua poin di atas saling bertentangan. Poin kedua justru menyanggah poin pertama. Kalau chart patterns “sepenuhnya subjektif” dan “in the mind of the beholder“, maka tidak mungkin semua orang bisa melihat hal yang sama pada waktu yang sama pula, basis dari self fulfilling prophecy. Tidak mungkin berpendapat bahwa charting sangatlah objektif dan jelas sehingga semua orang akan bertindak dengan cara yang sama pada watu yang sama (menyebabkan prediksi menjadi terpenuhi/fulfilled), sambil di satu sisi mengatakan bahwa charting adalah sesuatu yang subjektif.
Kenyataannya Read more…
Categories: Finance Tags: Day Trading, Forex Trading, Stock Market
Random Walk Theory
Teori Random Walk (Random Walk Theory) menyatakan bahwa perubahan harga terjadi secara bebas/acak (serially independent) dan bahwa data masa lalu (price history) bukanlah hal yang dapat diandalkan untuk memprediksi arah gerakan selanjutnya.
Teori ini berasal dari lingkungan akademik, didasarkan pada hipotesis bahwa pasar/market itu efisien (efficient market hypothesis) dan harga berfluktuasi secara acak (random). Dari hipotesa ini juga kemudian disimpulkan bahwa strategi terbaik adalah strategi “buy and hold“. Tidak perlu ada upaya untuk “mengalahkan” pasar.
Tentu saja dalam setiap market memang ada perilaku yang bersifat acak atau “noise“, namun tidak realistis jika dipukul rata bahwa harga selalu bergerak secara acak. Pengamatan empiris dan pengalaman praktis terbukti lebih baik daripada teknik-teknik statistik yang canggih. Read more…
Categories: Finance Tags: Day Trading, Forex Trading, Stock Market
Analisa Fundamental vs Teknikal

Analisa teknikal berfokus pada studi tentang market action (bedakan dengan price action), sedangkan di sisi lain, analisa fundamental berfokus pada studi tentang kekuatan penawaran dan permintaan (demand and supply) yang menyebabkan harga bergerak naik, turun, atau menyamping (sideway/ranging). Pendekatan fundamental mempelajari faktor-faktor yang dapat mempengaruhi harga dalam rangka menentukan nilai sesungguhnya (nilai intrinsik). Nilai intrinsik yang dihasilkan dari pendekatan fundamental berdasarkan pada hukum supply-demand ini. Jika nilai intrinsik lebih rendah daripada harga pasar, maka harga pasar dinilai sebagai overpriced dan tindakan logisnya adalah “jual”. Jika harga pasar yang berada di bawah nilai intrinsik, maka dinilai sebagai underpriced dan tindakan logisnya adalah “beli” Read more…
Categories: Finance Tags: Day Trading, Forex Trading, Fundamentals, Stock Market, Technicals