Self Fulfilling Prophecy

Fibopip3

Self fulfilling prophecy atau terjemahan bebasnya barangkali adalah ramalan yang terpenuhi dengan sendirinya adalah wacana yang sering diperdebatkan dalam bidang trading. Untuk meninjau hal ini, berikut adalah kutipan dari sebuah tulisan yang membahas kerugian menggunakan chart pattern:

  • The use of most chart patterns has been widely publicized in the last several years. Many traders are quite familiar with these patterns and often act on them in concert. This creates a “self fulfilling prophecy”, as waves of buying or selling are created in response to “bullish” or “bearish” patterns…
  • Chart patterns are almost completely subjective. No study has yet succeeded in mathematically quantifying any of them. They are literally in the mind of the beholder…
    (Teweles et al.)

Sebetulnya kedua poin di atas saling bertentangan. Poin kedua justru menyanggah poin pertama. Kalau chart patterns “sepenuhnya subjektif” dan “in the mind of the beholder“, maka tidak mungkin semua orang bisa melihat hal yang sama pada waktu yang sama pula, basis dari self fulfilling prophecy. Tidak mungkin berpendapat bahwa charting sangatlah objektif dan jelas sehingga semua orang akan bertindak dengan cara yang sama pada watu yang sama (menyebabkan prediksi menjadi terpenuhi/fulfilled), sambil di satu sisi mengatakan bahwa charting adalah sesuatu yang subjektif.

Kenyataannya charting adalah hal yang sangat subjektif. Membaca chart adalah seni (mungkin kata yang lebih tepat adalah “skill”). Chart pattern yang kelihatan jelas dan dapat membuat chartist berpengalaman memiliki pendapat yang sama tentang apa yang dilihatnya adalah hal yang sangat jarang terjadi. Selain itu, berbagai teknik dan formula matematis dalam analisis teknikal juga sering memberi hasil yang bertentangan.

Kalaupun ada massa yang cukup dan sepakat tentang proyeksi pasar, maka mereka tetap tidak akan masuk pada waktu dan dengan cara yang sama. Sebagian akan mencoba mengantisipasi dan masuk lebih awal. Yang lainnya akan menunggu “breakout” dari pola atau indikator yang digunakan. Yang lainnya lagi akan menunggu “pullback” setelah terjadi breakout. Sebagian agresif, sementara yang lainnya konservatif. Sebagian akan menggunakan stop order, sebagian menggunakan market order, sebagian lagi menggunakan limit order. Sebagian akan mengambil posisi jangka panjang, sementara yang lainnya melakukan day trading. Oleh karena itu, walaupun persepsi bisa sama, namun tindakan tidak akan terjadi pada waktu dan dengan cara yang sama.

Keragaman di atas menimbulkan ilusi bahwa pasar kelihatan chaos dan terdistorsi, sehingga self fulfilling prophecy nampaknya tidak mungkin terjadi. Namun kemudian pasar melakukan “self correction” secara alami. Pada fase ini mulai terbentuk massa yang cukup sehingga menghasilkan concerted actions yang mempengaruhi pasar. Saat chartist menyadari pembentukan ini, mereka akan menyesuaikan posisi dan taktiknya sehingga membentuk massa yang lebih besar lagi atas arah gerakan harga. Fase puncak terjadi saat “golongan” agresif dan konservatif memiliki persepsi yang sama. Jadi, kalaupun self fulfilling prophecy kelihatan tidak terjadi, sebetulnya pasar sedang melakukan self correction.

Harus diingat bahwa bull dan bear market hanya terjadi dan akan terus berlangsung jika didukung oleh hukum supply dan demand. Para technician secara individu tidak bisa membuat gerakan besar karena kecilnya kekuatan buying dan selling yang mereka miliki. Kalau semua technician bisa mempengaruhi pasar secara individu, maka tentunya mereka (termasuk saya :D ) akan kaya raya dalam waktu yang singkat. Mitos cepat kaya dalam dunia trading, termasuk forex trading adalah hal yang sangat menyesatkan.

Dengan semakin berkembangnya managed money profesional, dan juga makin banyaknya dana pribadi dan publik bernilai multi million dollar, di mana kebanyakan menggunakan metode teknikal, maka ada volume uang yang sangat besar yang hanya mengejar trend jangka pendek. Perkembangan ini masih terus berlangsung, sehingga akan semakin banyak volume uang yang cukup kuat untuk menghasilkan distorsi. Meski demikian, distorsi ini umumnya bersifat jangka pendek dan tidak merubah trend jangka panjang. Artinya self correction tetap terjadi. Perkembangan pesat dalam penggunaan komputer juga banyak berpengaruh. Sistem komputer ini sebagian besar bersifat trend following.

Wacana self fulfilling prophecy awalnya adalah kritik terhadap metode technical analysis. Tapi sepertinya lebih tepat dijadikan sebagai compliment. Metode analisa yang makin populer sehingga massa penggunanya dapat mempengaruhi market tentunya adalah metode yang cukup bagus.

Subscribe by Email