Perfeksionis Itu Dilarang

Perfeksionisme adalah keyakinan bahwa seseorang harus jadi sempurna, mencapai kondisi terbaik pada aspek fisik ataupun non-materi. Perfeksionis adalah orang yang memiliki pandangan perfeksionisme.

Pada bentuknya sebagai penyakit, perfeksionisme dapat menyebabkan seseorang memiliki perhatian berlebih terhadap detil suatu hal dan bersifat obsesif-kompulsif , sensitif terhadap kritik, cemas berkepanjangan, keras kepala, berpikir sempit dan suka menunda. Hal-hal yang dapat menghambat keberhasilan dalam hal apapun. Orang yang potensial namun perfeksionis akan terhambat kemampuannya. Hasrat menciptakan produk, website atau konten terbaik adalah hal yang perlu, namun seorang perfeksionis akan menemukan banyak rintangan yang sama sekali tidak perlu.

Saya akan mengaitkan seluruh artikel ini dalam konteks bisnis online, walaupun prinsipnya dapat diterapkan pada semua hal.

Daripada terobsesi pada kualitas konten dengan “memoles” ulang artikel yang sama berkali-kali sampai banyak membuang waktu, lebih baik publish saja artikel tersebut dan terima apa adanya. Anda tidak harus menjadi penulis artikel terbaik yang pernah ditulis. Jangan sampai harapan/pandangan dari pembaca atau customer anda menjadi beban mental yang sebetulnya mungkin hanya ada dalam pikiran sendiri

Masalah perfeksionis adalah tindakannya yang cenderung suka menunda-nunda dan akhirnya capai sendiri. Obsesinya akan kesempurnaan menjadi beban pikiran dan meletihkan perasaannya. Orang perfeksionis akan cepat kehabisan energi karena terus cemas tentang bagaimana menyempurnakan website-nya atau berpikir seandainya dulu saya begini atau begitu.

Ya, saya tahu karena saya juga perfeksionis, :) khususnya saat membuat blog atau konten untuk blog saya sendiri, karena saya menganggap ini proyek pribadi dan harus sempurna. Saya sering berpikir terlalu keras tentang cara terbaik mewujudkan ide, atau mencari-cari ide yang orisinil dan belum pernah dibuat orang sama sekali. Ini justru memperlambat dan akhirnya berbagai pekerjaan malah tertunda. Membuang waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk lebih produktif.

Sekarang saya mulai tidak terlalu memikirkannya. Dulu saya bisa saja mengedit ulang selama ratusan jam tentang berbagai hal kecil pada artikel atau desain blog yang saya buat, namun akhirnya orang tetap menemukan kesalahan di dalamnya, atau justru tidak peduli sama sekali.

Keinginan agar orang lain setuju dan seketika terikat dengan keyakinan pribadi kita adalah akibat dari perfeksionisme yang bersifat patologis (penyakit). Pahami bahwa persepsi orang lain adalah sesuatu yang dapat dikelola dan diberi reaksi seiring dengan waktu. Anda bisa mengubah seorang musuh menjadi teman bahkan believer dengan memberi respon positif pada masukannya dan mengadaptasi produk/website agar dapat memenuhi kebutuhan user secara bertahap.

Anda tidak bisa memuaskan semua harapan orang, apalagi secara instan. Tidak bisa dan tidak harus. Setiap website akan memiliki kesesuaian “frekuensi” dengan pembacanya yang menemukan bahwa website tersebut relevan dengan apa yang dia cari dan butuhkan. Core audience adalah testing ground untuk inovasi dan sumber umpanbalik yang sangat berharga.
Bereaksi secara tepat pada audience, kembangkan hal-hal positif dan minimalkan yang negatif. Ingat, respon orang lain tidak bisa kita kendalikan, tapi kita bisa mengendalikan reaksi diri kita. Kurangi kekhawatiran akibat visi kesempurnaan, karena pandangan singular (satu arah) dari posisi anda sangatlah terbatas. Gunakan hasrat untuk menjadi sempurna sebagai alat motivasi dan bukan menjadi hambatan psikologis. Jangan harapkan kesempurnaan, baik pada kesempatan pertama dan bahkan setelah melalui jalan panjang.

Kalau punya ide bagus, buatlah action plan dan wujudkan ide tersebut secepatnya. Loic de Meur, seorang entrepreneur Perancis menulis tentang ten rules for startup success, beberapa tips-nya cukup relevan dengan artikel ini:

  • Don’t wait for a revolutionary idea. It will never happen. Just focus on a simple, exciting, empty space and execute as fast as possible.
  • Don’t spend time on market research. Launch test versions as early as possible. Keep improving the product in the open.
  • Don’t obsess over spreadsheet business plans. They are not going to turn out as you predict, in any case.
  • Don’t plan a big marketing effort. It’s much more important and powerful that your community loves the product.
  • Don’t focus on getting rich. Focus on your users. Money is a consequence of success, not a goal.

Khusus tentang bisnis internet, sebagian netter sering mengabaikan fakta sederhana: kalau ingin mendapat income dari internet, anda sebetulnya tidak perlu ide unik yang belum pernah dibuat orang dan anda tidak perlu website yang didesain dan dioptimasi secara sempurna.

Telah banyak contohnya, bahwa ide biasa atau rata-rata bisa menarik hasil yang diharapkan. Perfeksionisme itu overkill, tidak diperlukan sama sekali.

Dikenal oleh calon audience berarti memenangkan setengah dari “perang”, jadi yang diperlukan adalah lebih banyak bertindak (act) dan hilangkan rasa khawatir karena ingin sempurna.

Untuk mendapat lebih banyak tips, berlangganan sekarang.

Subscribe by Email